Bupati Lombok Barat Tiba di KPK usai Terjaring OTT: Bermasker-Pakai Kemeja Biru

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/7) malam, usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait dugaan korupsi proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Pantauan kumparan di lokasi, Lalu tiba di Gedung Merah Putih KPK pukul 21.58 WIB. Ia tampak mengenakan kemeja biru dengan jaket berwarna krem, serta topi dan masker yang menutupi wajahnya.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Tanpa memberikan keterangan kepada awak media, Lalu langsung memasuki gedung KPK didampingi tim penyidik. Ia akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Para pihak yang diamankan sudah tiba di gedung Merah Putih KPK, sekitar pukul sepuluh malam ini. Selanjutnya tim akan melakukan pemeriksaan intensif,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.

Sebelumnya, KPK telah mengamankan 19 orang dalam OTT di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dari jumlah tersebut, tujuh orang, termasuk Bupati Lombok Barat, dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menaiki tangga menuju ruang pemeriksaan saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

KPK menduga perkara tersebut berkaitan dengan penerimaan suap atau gratifikasi yang melibatkan Bupati Lombok Barat terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Selain mengamankan para pihak, penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah dan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara.

KPK memiliki 1x24 jam untuk menentukan status dari para pihak yang diamankan.