Cak Imin Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0% di Akhir 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat meresmikan keberangkatan 200 PMI ke Jepang di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (3/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko PM Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat meresmikan keberangkatan 200 PMI ke Jepang di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (3/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menargetkan kemiskinan ekstrem akan ditekan hingga 0 persen pada akhir 2026. Ada sejumlah skema yang telah disiapkan untuk mencapai target tersebut.

Cak imin bilang, ada 88 kabupaten/kota yang menjadi prioritas dalam pengentasan kemiskinan. Diharapkan, dengan difokuskannya pengentasan kemiskinan pada daerah ini, tingkat kemiskinan nasional bisa ditekan.

"Dalam hal ini ada 88 kabupaten kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan. Supaya 88 kabupaten kota ini segera menjadi konsentrasi dari kementerian-kementerian dan lembaga agar kemiskinan ekstrem 0% 2026 ini bisa terwujud dan tercapai," kata Imin di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5).

Selain itu, Cak Imin, menargetkan tingkat kemiskinan biasa juga diturunkan. Ia yakin, tingkat kemiskinan biasa bisa ditekan di angka 5 persen, di 2029.

"Jadi kemiskinan kita di tahun 2024 itu 8,57%. Tahun 2025 turun menjadi 8,25%, dan hari ini kita akan terus kejar sampai di angka 7,36% tahun ini 2026," ungkapnya.

"Kita optimis dan yakin kemiskinan ekstrem 2026 ini 0%, kemiskinan 5% di 2029," tambah dia.

Di sisi lain, Cak Imin mengatakan, sejumlah program yang akan membantu penurunan angka kemiskinan juga terus dijalankan. Mulai dari pemberdayaan UMKM hingga pemberian bantuan sosial.

"Tahun ini akan ditambahi anggaran khusus untuk seluruh kegiatan UMKM dan ekonomi kreatif. Saya mengajukan tidak kurang dari Rp1 triliun dan insyaAllah akan terus ditambah untuk kegiatan-kegiatan yang mendorong tumbuh kembangnya UMKM kita, selain terus menggerakkan kredit yang dipermudah dan terutama kredit usaha kecil dan menengah, kredit usaha rakyat KUR," papar dia.