Calon Pegawai Diduga Alami Keracunan Makanan, UI Tanggung Seluruh Biaya Medis

Sejumlah calon dosen dan tenaga kependidikan diduga mengalami keracunan makanan dalam program induksi bagi Calon Pegawai Universitas Indonesia (CPUI) angkatan 11 dari berbagai unit. Acara ini diselenggarakan pada 2–4 Juli lalu di penginapan Caldera Adventure, Sukabumi.
Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional Erwin Agustian Panigoro membenarkan adanya peristiwa tersebut. Para CPUI itu diduga keracunan makanan hingga menyebabkan gangguan kesehatan.
"Universitas Indonesia (UI) membenarkan bahwa terdapat sejumlah peserta Induksi Calon Pegawai Universitas Indonesia (CPUI) Angkatan 11 yang mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan selama kegiatan yang berlangsung di lokasi penginapan Caldera Adventure," tulis Erwin dalam keterangannya, Senin (12/7).
UI menegaskan kegiatan ini merupakan Induksi CPUI yang diikuti calon pegawai UI dari berbagai unit, dan bukan induksi dosen secara khusus. Erwin menyampaikan permohonan maaf kepada peserta yang terdampak dalam kejadian tersebut. Hal ini juga tertuang dalam Surat UI Nomor S-4932/UN2.SDM/SDM.05.00/2026.
“Peserta yang mengalami gejala dimohon segera memeriksakan diri ke RS Universitas Indonesia (RSUI), dengan seluruh biaya pemeriksaan dan penanganan medis ditanggung sepenuhnya oleh UI,” ujarnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, UI mengambil 3 langkah utama:
Penanganan Medis: Peserta yang mengalami keluhan memperoleh pemeriksaan dan penanganan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dengan seluruh biaya ditanggung penuh oleh UI.
Hotline Pengaduan: UI membuka hotline pengaduan dan pemantauan kondisi kesehatan peserta agar koordinasi penanganan berjalan optimal.
Tuntut Pertanggungjawaban: Pimpinan UI telah meminta penjelasan resmi serta menuntut pertanggungjawaban kepada pihak penyedia layanan di lokasi kegiatan, dan akan terus mengawal prosesnya.
"Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh peserta terdampak pulih dan memperoleh penanganan yang cepat serta tepat," tutur Erwin.
UI berjanji akan melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk menghindari kejadian yang sama kembali terulang.
"Sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, kami tidak merinci identitas maupun data kesehatan peserta," ujarnya.
"Kami menghargai peran rekan-rekan pers, termasuk Suara Mahasiswa UI, dalam menyampaikan informasi kepada publik secara akurat," pungkasnya.
