Cemas Keluarga Menanti Kabar Wartawan yang Hilang saat Liput Anak Krakatau

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Afrita (kiri) dan Nila (kanan), kakak ipar dari Ari Basuki jurnalis Merdeka yang hilang di perairan Anak Krakatau.  Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Afrita (kiri) dan Nila (kanan), kakak ipar dari Ari Basuki jurnalis Merdeka yang hilang di perairan Anak Krakatau. Foto: Dok. kumparan

Keluarga jurnalis yang hilang saat liput Gunung Anak Krakatau masih cemas menanti kabar. Termasuk keluarga Ari Basuki, jurnalis yang bertugas di Merdeka.

Mereka seolah tak mampu menutupi kegelisahan menunggu kabar baik dari tim SAR saat menunggu di posko pencarian di Dermaga Marina, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

Kakak ipar Ari Basuki, Afrita Dewi, mengaku dia bersama saudaranya sengaja datang dari daerah Cinere, Depok, ke posko pencarian untuk menunggu kabar secara langsung dari tim SAR sejak hari Rabu (9/9) kemarin.

Ia tidak bisa tidur nyenyak usai mendapatkan kabar adik iparnya Ari Basuki termasuk ke dalam rombongan para jurnalis yang hilang saat melakukan peliputan di Gunung Anak Krakatau.

"Saya nggak bisa tidur, lalu saya putuskan Rabu sore ke sini. Saya berharap mudah-mudahan Ari dan teman-teman semua ketemu," kata Afrita ditemui di posko pencarian di Dermaga Marina, Carita, Kamis (10/9).

Pihak keluarga masih memiliki harapan jika adik iparnya beserta para penumpang kapal bisa ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR.

Meski begitu, Afrita pun menyampaikan bahwa pihak keluarga sudah siap menerima kabar kemungkinan terburuk terhadap adik iparnya tersebut.

"Terakhir katanya di satu pulau, semoga itu benar. Ya semoga itu benar. Kita berharap, walaupun yang terburuk pun siap karena semua takdir Allah," ungkapnya pasrah.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian jurnalis dan awak kapal penumpang yang hilang kontak di Selat Sunda, Banten, Rabu (9/9/2026). Foto: Basarnas

Kakak ipar Ari Basuki lainnya, Nila Kusuma, mengaku pihak keluarga pertama kali menerima kabar hilangnya adik iparnya tersebut dari pemberitaan. Terlebih kata Nila, saat itu istri Ari sempat datang ke kediamannya dalam keadaan sangat terpukul.

"Saya tahu Ari meliput ke Krakatau. Istrinya datang dalam keadaan limbung," ujar Nila.

Nila mengaku, pihak keluarga sudah mengerti dan memahami risiko pekerjaan Ari Basuki sebagai seorang jurnalis yang kerap mendatangi tempat-tempat yang memiliki risiko tinggi.

Namun, kata Nila, tidak ada kabarnya Ari yang sudah melewati waktu yang diperkirakan tetap tak mampu menutupi rasa kekhawatiran pihak keluarga.

"Adik saya itu spesialis bencana. Tapi itu pekerjaannya. Kalau waktu dia ada, kita enggak merasa kehilangan. Tapi dengar cerita ini, tiap hari saya nangis," ucap Nila.

"Kita di sini menunggu, mendoakan. Semoga 8 orang ini datang dengan selamat, semoga mereka ada di pulau dan kembali ke keluarga masing-masing," imbuh Nila.

Saat ini, seluruh keluarga korban berkumpul dan saling memberikan dukungan untuk menguatkan satu sama lain sambil menunggu hasil pencarian oleh tim SAR.

"Kita di sini kumpul untuk support, kelima wartawan dan ketiga ABK itu semoga kembali ke keluarga masing-masing," tutur Nila.

Ari Basuki jurnalis Merdeka yang ikut dalam rombongan kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat melakukan peliputan di Gunung Anak Krakatau dikenal selalu membantu keluarga saat menghadapi setiap persoalan.

Nila mengatakan, jiwa sosial yang tinggi dari adik iparnya tersebut tak lepas dari pekerjaannya sebagai seorang jurnalis yang kerap meliput peristiwa-peristiwa kemanusiaan.

"Dia selalu jadi orang yang pertama kalau kita mengalami apa pun kondisi. Kalau dia bikin keputusan, 'oke mbak beres'. Tapi kita enggak tau di belakangnya ada kesulitan apa," ungkap Nila.

"Menurut saya, attitude seperti itu datang dari pekerjaannya itu biasa meliput kemalangan. Jadi humanity dia besar sekali," sambungnya.