Cerita Tukang Tambal Ban di Bandung Dipukul saat Tolong Korban Kecelakaan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ukar Bangkit (68) tukang tambal ban yang menjadi korban pemukulan saat ditemui di sekitar kediamannya di Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Jumat (28/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ukar Bangkit (68) tukang tambal ban yang menjadi korban pemukulan saat ditemui di sekitar kediamannya di Mekarjaya, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Jumat (28/8/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Niat membantu seorang perempuan yang mengalami kecelakaan justru membuat Ukar Bangkit (68), tukang tambal ban di Kota Bandung, menjadi korban pemukulan. Ukar mengaku tiba-tiba dipukul saat tengah memberikan pertolongan kepada perempuan tersebut.

Peristiwa itu terjadi di sekitar lokasi tambal ban Ukar di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung. Ditemui di kediamannya di Mekarjaya, Ukar bercerita peristiwa itu terjadi saat hujan turun. Awalnya ia berada di dalam tempat tambal ban miliknya dan tidak mengetahui adanya kecelakaan tersebut.

"Pas turun hujan, ya Abah mah di dalam gitu, enggak tahu apa-apa terjadi di luar," kata Ukar saat ditemui, Jumat (28/8).

Setelah keluar, Ukar melihat seorang perempuan mengalami kecelakaan tepat di depan tempat tambal bannya. Perempuan tersebut disebut dalam kondisi menangis hingga mengalami luka dan berdarah.

Melihat kondisi itu, Ukar kemudian berinisiatif memberikan pertolongan. Ia membantu memijat perempuan tersebut sembari menanyakan tujuan perjalanannya.

"Ya, sama Abah dipijat, nolong gitu dipijat. Udah menangis sampai berdarah," ujarnya.

Perempuan itu kemudian mengatakan kepada Ukar bahwa dirinya hendak menuju Rancabolang untuk menjemput anak.

Namun, saat proses pertolongan hampir selesai, seorang pria yang disebut Ukar bernama Toni alias Poleng datang ke lokasi. Ukar mengaku pria tersebut langsung melayangkan pukulan kepadanya.

"Udah beres mau dipijet, datang si Poleng namanya, si Toni nama aslinya. Lalu beledag-beledag (mukul)," katanya.

Ukar mengaku tidak mengetahui alasan dirinya dipukul. Sebab, saat itu ia merasa tidak melakukan sesuatu selain membantu perempuan yang mengalami kecelakaan.

"Apa masalahnya? Saya lagi nolongin malah dikasih bogem," ujar Ukar.

Pemukulan tersebut kemudian memicu keributan. Ukar mengaku sempat berusaha menangkis pukulan yang dilayangkan kepadanya.

"Ya ceritanya gitulah, ribut aja. Bak-bik-bak gitu, Abah nangkis, itu (pelaku) mukulin. Ya udah," tuturnya.

Situasi kemudian mulai mereda setelah seorang anggota Koramil yang disebut Ukar sebagai saudaranya datang ke lokasi. Pria tersebut kemudian menanyakan persoalan yang terjadi.

Ilustrasi pemukulan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Menurut Ukar, Toni akhirnya meredakan emosinya dan meminta maaf. Ukar pun memilih menerima permintaan maaf tersebut dan tidak menyimpan dendam.

"Minta maaf. 'Ya ya maafin aja lah enggak apa-apa, saya enggak dendam,' kata saya tuh," ucapnya.

Setelah persoalan dianggap selesai, Ukar menutup tempat tambal bannya dan pulang ke rumah. Ia mengaku tidak membuat laporan polisi terkait dugaan pemukulan tersebut.

Namun, pada malam harinya, polisi datang ke kediamannya. Ukar mengaku terkejut karena sebelumnya merasa tidak pernah melaporkan kejadian tersebut.

"Ya udah pulang, kok malam-malamnya ada polisi. Ya kaget Abah, enggak laporan, enggak bikin laporan. Ya dipanggil polisi, dan itulah ditanyanya," katanya.

Ukar kemudian memberikan keterangan kepada polisi mengenai kejadian yang dialaminya.

Luka Membaik

Meski sempat mengalami luka akibat pemukulan, Ukar mengatakan kondisi kesehatannya saat ini sudah membaik.

"Kondisi alhamdulillah sehat, tidak apa-apa," ujarnya.

Ia mengaku tidak sampai menjalani perawatan ke dokter. Menurutnya, luka yang dialami setelah kejadian tersebut berangsur sembuh.

"Ke dokter juga enggak, pakai balsam juga ah sembuh," tuturnya.