Cerita Waketum PSI ‘Bro Ron’ Jadi Korban Pemukulan: Pelaku Sengaja Buat Onar
·waktu baca 3 menit

Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron, mengungkapkan kronologi saat dirinya menjadi korban pemukulan. Pemukulan itu terjadi di sebuah kantor firma hukum di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/5). Peristiwa itu bermula saat Bro Ron mendampingi karyawan PT SKS yang ingin melakukan audiensi dengan pihak firma hukum. Ia mengaku hadir karena diminta membantu proses mediasi. “Senin sore sekitar pukul 16:00 saya menemani karyawan PT. SKS atas permintaan mereka. Kebetulan mantan klien di firma hukum saya sebelumnya, Sabat Law Firm untuk beraudiensi ke kantor firma hukum Michael, Putra & Partners,” ujar Bro Ron saat dihubungi, Selasa (5/5). Ia menjelaskan, keterlibatannya juga dilatarbelakangi hubungan sebelumnya dengan pimpinan firma hukum tersebut. “Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum Michael, Putra & Partners (MPP) ini adalah mantan partner saya tahun lalu dan saya diminta bantu mediasi,” ungkapnya.

Bro Ron mengatakan, sekitar pukul 18.00 WIB, muncul tiga orang tak dikenal yang mengaku sebagai pihak keamanan gedung. “Sewaktu karyawan PT SKS aksi di depan kantor MPP, datanglah 3 orang yang tidak dikenal sekitar pukul 18:00. Mereka bilang mereka di situ sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi, di luar gedung saja,” jelas Bro Ron. Cekcok pun tak terhindarkan. Namun situasi sempat mereda setelah aparat kepolisian turun tangan. “Terjadilah cekcok di antara 3 oknum ini, karyawan SKS, dan saya juga. Tapi akhirnya 3 oknum ini berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng yang sudah duluan hadir di lokasi. Dipukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobby gedung,” tutur Bro Ron. Meski sempat dikeluarkan dari lokasi, ketiga orang tersebut diduga kembali naik ke lantai tempat kejadian sekitar 15 menit kemudian. Ketegangan kembali terjadi dan berujung pada aksi kekerasan. “15 menit kemudian, 3 oknum ini naik kembali ke lantai 4 (lokasi Kantor MPP), seketika mulai lagi cekcok. Cekcok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukulan seperti di video,” ungkapnya. Bro Ron menilai, tindakan tersebut dilakukan secara sengaja untuk memicu keributan. “Kesimpulan, setelah dikawal oleh anggota Polsek turun ke bawah, mereka sengaja naik kembali untuk membuat onar,” jelasnya. “Di depan anggota Polsek Menteng dan Babinsa, mereka berani melakukan kekerasan,” sambung dia. Adapun video pemukulan itu diunggah oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, melalui akun Instagram. Terkait hal ini, Kapolsek Metro Menteng, Braiel Arnold Rondonuwu, membenarkan adanya peristiwa pemukulan tersebut. “Benar ada kejadian seperti di video,” kata Arnold saat dikonfirmasi, Selasa (5/5). Arnold menjelaskan, korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan saat ini proses penanganan tengah berjalan. Lebih lanjut, polisi juga telah menangkap 2 orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. “Terduga pelaku sebanyak 2 orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut,” ujarnya.
