Cerita Warga Habiskan Libur Panjang di Ragunan: Teduh, Murah hingga Tak Sumpek
·waktu baca 2 menit

Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, dipadati pengunjung pada hari libur panjang Kenaikan Yesus Kristus, Jumat (15/5).
Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB, keramaian sudah terlihat sejak pintu masuk pejalan kaki.
Pengunjung datang dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga hingga rombongan teman.
Habiskan Waktu Bersama Teman Kerja
Salah satu rombongan pengunjung, Rifa (24), Sasa (23), Danis (25), dan Yulinda (29), mengaku memanfaatkan long weekend untuk berlibur bersama.
Mereka merupakan rekan kerja di Jakarta yang berasal dari daerah berbeda.
“Kami satu pekerjaan bareng di Jakarta. Cuma asalnya beda-beda, ada yang dari Jawa Tengah, Bogor,” kata Rifa.
Mereka tiba sekitar pukul 10.00 WIB, dengan moda transportasi yang berbeda.
“Aku naik KRL tadi dari Bogor ke Tanjung Barat, kalau teman-teman naik TJ dari Balai Kota naik koridor 6,” ujar Sasa.
Harga Terjangkau Jadi Daya Tarik
Bagi Yulinda, kunjungan ke Ragunan menjadi pengalaman pertamanya.
Ia tertarik datang karena harga tiket yang terjangkau dan akses transportasi yang mudah.
“Ke Ragunan sebenarnya karena belum pernah, terus tiketnya murah, aksesnya gampang, jadi ke sini,” ujarnya.
Suasana Tak Sepadat Perkiraan
Meski sempat melihat antrean di pintu masuk, mereka menilai kondisi di dalam kawasan tidak terlalu padat.
“Ternyata nggak serame itu sih ya. Ekspektasinya tuh bakal padat banget, sampai sumpek gitu lho, ternyata enggak,” kata Danis.
Rifa menambahkan antrean terjadi karena salah satu mesin tiket mengalami gangguan.
“Cuma emang tadi mesinnya yang satu bermasalah, jadi antrenya ke mesin satu lagi,” ujarnya.
Area Luas dan Teduh
Pengunjung juga menilai, Ragunan cukup nyaman karena area yang luas dan banyak pepohonan.
“Terus tempatnya juga mungkin kecil, ternyata luas ya. Terus bayangannya bakal panas banget ternyata banyak pohon juga, jadi teduh,” kata Yulinda.
Selain itu, kondisi kebersihan dinilai cukup terjaga.
“Dan enggak kumuh juga, kirain dengan harga tiket segitu kebersihannya kurang, tapi ternyata aman sih,” ujar Rifa.
