Cerita Warga Kudus Kembali ke MilkLife Festival Keluarga Sehat: Kini Bawa Anak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mengikuti kegiatan MilkLife Festival Keluarga yang digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga mengikuti kegiatan MilkLife Festival Keluarga yang digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Sejumlah ibu di Kudus, Jawa Tengah, kembali mendatangi MilkLife Festival Keluarga Sehat pada 2026. Jika tahun lalu datang saat hamil, tahun ini mereka membawa buah hati untuk memantau tumbuh kembang sekaligus berkonsultasi soal kesehatan anak.

MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 digelar pada Sabtu (29/8) dan Minggu (30/8) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Festival yang memasuki penyelenggaraan ketiga ini mengusung tema "Jaga Generasi Emas Merdeka Lawan Stunting".

Program tersebut merupakan kolaborasi Bakti Sosial Djarum Foundation dan Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memberikan edukasi kesehatan sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

Jennica Tiara (23), warga Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, menjadi salah satu warga yang kembali datang ke festival tersebut.

Tahun lalu, Jennica datang dalam kondisi hamil untuk menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG). Tahun ini, dia kembali datang dengan membawa anaknya untuk berkonsultasi mengenai tumbuh kembang dan asupan makanan.

"Kalau tahun lalu ke sini untuk cek USG. Sedangkan di tahun ini saya tertarik datang untuk konsultasi perkembangan anak dan bertanya soal pemberian asupan makanan," kata Jennica kepada kumparan, Sabtu (29/8).

Sejak hamil, Jennica rutin memantau kondisi kehamilannya dan mengonsumsi asam folat. Menurut dia, hal tersebut dilakukan untuk menjaga kehamilan hingga buah hatinya lahir dalam kondisi sehat.

Jennica menilai festival tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat karena layanan pemeriksaan dan konsultasi dapat diakses secara gratis.

"Pengalaman datang dua kali (tahun lalu dan tahun ini, red) benar-benar bermanfaat, apalagi masuknya dan pemeriksaannya gratis. Harapannya Festival ini terus berkelanjutan," imbuhnya.

Pengalaman serupa dirasakan Vera Fitri Aprilia (34), warga Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kudus. Dia juga kembali datang setelah menghadiri festival tersebut pada tahun lalu.

Kali ini, Vera memeriksakan kondisi anaknya, mulai dari tinggi badan, berat badan, hingga lingkar kepala.

"Saya cek tinggi badan anak, berat badan anak dan lingkar kepalanya. Alhamdulillah hasilnya normal. Dari petugasnya bilang kalau tidak perlu kontrol ke dokter spesialis anak," kata Vera.

Menurut Vera, Tenda Pelayanan Kesehatan yang tersedia di festival memberikan layanan yang cukup lengkap. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan mulai dari remaja, ibu hamil, ibu menyusui, hingga ibu yang sudah memiliki anak.

"Mulai dari remaja, ibu hamil, ibu menyusui sampai memiliki anak bisa dikonsultasikan di sini. Saran saya untuk warga Kudus segera datang ke sini, semuanya gratis," terangnya.

Warga mengikuti kegiatan MilkLife Festival Keluarga yang digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Vera melihat antusiasme masyarakat cukup tinggi. Dia mengatakan sejumlah stan pelayanan kesehatan dipenuhi warga yang mengantre untuk mendapatkan layanan.

"Semoga acara seperti ini terus ada. Kalau bisa setahun jangan hanya sekali. Saya juga berterima kasih untuk Bakti Sosial Djarum Foundation yang sudah menggelar acara bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Fitri Istikhomah (36), warga Desa Temulus, Kudus. Dia telah dua kali menghadiri MilkLife Festival Keluarga Sehat.

Fitri mengatakan kunjungan pertamanya tahun lalu memberinya pengetahuan mengenai kehamilan. Dia juga mendapatkan penjelasan mengenai hasil USG dari dokter dalam festival tersebut.

"Tahun lalu saat ke sini saya dapat banyak pengetahuan. Selain itu, penyampaian soal hasil USG dari dokter di sini dengan dokter di tempat saya periksa jawabannya sama," jelasnya.

Menurut Fitri, pengetahuan yang diperolehnya membantu mempersiapkan diri menghadapi persalinan.

"Acara ini bagus dan semoga terus berkelanjutan. Untuk Bakti Sosial Djarum Foundation semoga semakin sukses," imbuhnya.

Warga mengikuti kegiatan MilkLife Festival Keluarga yang digelar di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Layanan Kesehatan hingga Edukasi Keluarga

Dalam festival tersebut, Tenda Layanan Kesehatan menyediakan edukasi dan konsultasi untuk berbagai kelompok masyarakat.

Bagi remaja dan calon pengantin, layanan mencakup skrining anemia, konsultasi dokter umum, konsultasi kesehatan jiwa dengan psikolog umum dan klinis, serta pemeriksaan triple eliminasi yang meliputi HIV, sifilis, dan hepatitis B.

Sementara bagi ibu yang memiliki anak balita, tersedia layanan konsultasi mengenai tumbuh kembang anak dan konsultasi dengan dokter.

Festival juga diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain penganugerahan Desa Resik Sehat, lomba mewarnai TK, penganugerahan Ibu Belanja Pinter Gizine Bener, lomba Estafet Isi Piringku, serta berbagai hiburan.

Sebelum festival digelar, Bakti Sosial Djarum Foundation bersama Pemkab Kudus juga menjalankan sejumlah program, seperti Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB).

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (30/8) melalui Jalan Keluarga Sehat sejauh 2 kilometer, Senam Keluarga Sehat, dan acara hiburan.