Cerita Warga Temukan Kerangka Kakak-Beradik di Banyuasin yang Hilang 5 Tahun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rohani alias Otong, orang yang pertama kali menemukan kerangka kakak beradik di rumah kosong di Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (8/9/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rohani alias Otong, orang yang pertama kali menemukan kerangka kakak beradik di rumah kosong di Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (8/9/2026). Foto: kumparan

Kasus menghilangnya kakak-beradik di Kabupaten Banyuasin, Sumsel, bernama Rani (18) dan Ayuhana (13) sejak tahun 2021 lalu akhirnya terungkap setelah 5 tahun.

Hal itu berawal dari seorang warga yang sedang mencari kayu gelam —jenis kayu rawa yang kerap digunakan sebagai tiang pancang bangunan.

Sosok warga tersebut adalah Rohani alias Otong (56 tahun). Pagi itu, Minggu (6/9/2026), ia hendak mencari kayu gelam di sekitar lokasi untuk dijual.

"Saya kerjanya serabutan, kalau musim panen banyak di kebun sawit, sambilannya juga kadang mencari kayu gelam untuk dijual, karena di daerah ini banyak ditumbuhi kayu-kayu gelam," katanya, Selasa (8/9/2026).

Lokasi parit kering tempat ditemukannya kerangka sepeda motor di dekat penemuan kerangka kakak beradik di rumah kosong, Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (8/9/2026). Foto: kumparan

Saat itu, Rohani mencari ke arah yang melintasi kompleks perumahan tanpa penghuni yang terbengkalai. Ia lantas melihat kerangka sepeda motor yang berada di parit kering, kondisinya kotor akibat lumpur dan rerumputan.

"Selama ini biasanya parit itu selalu tergenang air jadi tidak terlihat, tapi karena kemarau panjang saat ini kondisinya kering dan juga bekas terjadi kebakaran lahan di area itu," jelasnya.

Ketika menemukan kerangka sepeda motor itu, Rohani tidak mengetahui motor milik korban yang pernah dilaporkan keluarganya hilang pada tahun 2021 lalu.

Namun dia ingat, sekitar lima tahun lalu ada warga yang dilaporkan hilang. Untuk memastikannya, ia menghubungi ketua RT setempat, yakni Heri Fauzi (56), agar datang ke lokasi.

"Dulu saat korban hilang kami warga di sini turut membantu mencari, jadi memang sudah tahu kalau ada kasus orang hilang, kakak-beradik, makanya saat menemukan kerangka motor itu saya manggil Pak RT untuk memastikan lagi," ujarnya.

Kondisi kawasan rumah kosong penemuan kerangka kakak beradik di Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (8/9/2026). Foto: kumparan

Setelah itu, Rohani dan Heri yang yakin itu sepeda motor korban lantas mencoba memeriksa area di sekitar, termasuk ke dalam sebuah rumah kosong yang jaraknya sekitar 10 meter dari parit tempat ditemukannya sepeda motor itu.

"Saat masuk ke kamar depan rumah itu, saya kaget melihat ada kerangka manusia, seragam sekolah, tas, dan sepatu. Kami lantas memeriksa kamar belakang yang kondisinya saat itu tertutup. Setelah pintunya didobrak ternyata juga sama ada potongan kerangka juga," jelasnya.

Rumah kosong penemuan kerangka kakak beradik di Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (8/9/2026). Foto: kumparan

Mendapati temuan itu, mereka lantas menghubungi pihak kelurahan untuk selanjutnya melaporkan penemuan tersebut kepada polisi.

"Tak lama pihak kelurahan datang bersama keluarga korban, setelah dipastikan ternyata benar itu anggota keluarga mereka yang pernah dilaporkan hilang pada tahun 2021 lalu," katanya.

Polisi telah menangkap dua tersangka, yakni Rendi Saputra (RS/27) dan Andika (25). Rendi merupakan pacar Rani. Sedangkan Andika merupakan teman Rendi.

"Untuk motif sementara, hasil pendalaman pelaku RS [Rendi Saputra] kecewa tidak diberikan izin menikah. Sebelum kejadian, ia juga telah menyiapkan dua pisau," kata Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino.