Dahnil: Kami Akan Benahi KBIHU Agar Tak Ada Lagi Penipuan
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan komitmen membenahi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang nakal. Pembenahan ini agar persoalan yang muncul pada musim haji 2026 tidak terulang di tahun depan.
"Kita akan membenahi teman-teman pembimbing ibadah terutama dari kelompok KBIHU supaya tidak lagi ada peristiwa yang di luar kontrol kami," kata Dahnil di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Selasa (9/6).
Menurut Dahnil semua petugas haji maupun pembimbing ibadah harus di bawah kontrol Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Hal tersebut termasuk ketua kelompok terbang (kloter) jemaah haji.
Hal tersebut bukan tanpa sebab, Dahnil mengungkap perilaku oknum KBIHU yang sangat merugikan jemaah. Salah satunya yakni terkait penipuan badal haji dan pembayaran dam.
"Kejadian hari ini misalnya ada penipuan terhadap dam, ada penipuan terhadap badal haji, dilakukan oknum KBIHU, kami akan tindak dengan tegas dan keras. Supaya tahun depan tidak terjadi lagi," ujarnya.
Menurut Dahnil, kasus yang terungkap saat ini seperti fenomena gunung es saja. Hanya sedikit yang terlihat. Atas dasar itu, ia menegaskan akan memberantas oknum-oknum seperti itu agar tak terulang di musim haji tahun depan.
"Hari ini kami akan bersih-bersih praktik itu. Saya pastikan selama saya wakil menteri haji dan umrah, praktik itu akan saya bersihkan," ucapnya.
Perbaikan di Armuzna: Rencana Tanazul 50 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Dahnil juga membeberkan rencana pembenahan pelayanan haji saat di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menurutnya, pelayanan pada puncak haji harus ditingkatkan.
"Yang jelas kita berharap tahun depan itu harus lebih baik ya terkait pelayanan di Arafah, kemudian pelayanan di Muzdalifah, terutama pendorongan ketepatan waktu di Arafah, ketepatan waktu di Muzdalifah, kemudian Mina," ucapnya.
Khusus di Mina, Dahnil menyebut dibutuhkan sarana prasarana yang layak bagi jemaah. Atas dasar itu, muncul ide untuk melakukan Tanazul sebanyak 50 persen jemaah.
Dengan mekanisme ini, jemaah yang dari Arafah melakukan murur, bisa langsung melakukan Tanazul dengan kembali ke hotel tanpa menginap di Mina, dan hanya melintas di Muzdalifah. Begitu juga jemaah yang ke Muzdalifah dulu setelahnya bisa langsung ke hotel, tanpa ke Mina.
"Kemarin saya ketemu wakil menteri haji dan umrah Saudi untuk (membahas) melakukan tanazul 50 persen nah itu akan kita bicarakan, direncanakan ke depan," ucapnya.
"Kemudian nanti akan ada daker khusus Armuzna jadi akan ada tim yang melayani khusus Armuzna saja. Agar tata kelola di Armuzna lebih baik," pungkasnya.
