Dalam Ensiklik Perdana, Paus Leo XIV Soroti Bahaya AI Tanpa Pengawasan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paus Leo XIV berbicara saat presentasi "Magnifica humanitas", ensiklik pertamanya yang berfokus pada kebangkitan kecerdasan buatan, di Aula Nuova del Sinodo Vatikan, Senin (25/5/2026). Foto: Yara Nardi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Paus Leo XIV berbicara saat presentasi "Magnifica humanitas", ensiklik pertamanya yang berfokus pada kebangkitan kecerdasan buatan, di Aula Nuova del Sinodo Vatikan, Senin (25/5/2026). Foto: Yara Nardi/REUTERS

Pemimpin Vatikan, Paus Leo XIV, merilis surat amanat atau ensiklik pertamanya pada Senin (25/5). Salah satu isu yang menjadi perhatian Paus adalah soal sistem kecerdasan buatan (AI).

Paus menyerukan agar penggunaan sistem AI diregulasi secara ketat. Ia memperingatkan penggunaan AI tanpa pengawasan berpotensi menyebarkan disinformasi, memperbesar konflik, hingga mendorong dunia menuju perang tanpa akhir.

Ensiklik Leo XIV yang berjudul Magnifica Humanitas (Kemanusiaan yang Agung) merupakan bentuk pengajaran tertinggi seorang Paus kepada 1,4 miliar umat Gereja Katolik.

Seorang pekerja meletakkan salinan "Magnifica humanitas", ensiklik pertama Paus Leo XIV yang berfokus pada kebangkitan kecerdasan buatan, di depan Aula Paul VI, setelah presentasi ensiklik tersebut, di Vatikan, Senin (25/5/2026). Foto: Yara Nardi/REUTERS

Acara peluncuran ensiklik tersebut juga dihadiri oleh Chris Olah, pendiri Anthropic, yang merupakan perusahaan AI terkemuka di dunia.

Dokumen tersebut mulai dikerjakan Paus Leo XIV sejak pertama kali dilantik menjadi pemimpin Gereja Katolik pada 2025. Dalam amanat agung pertamanya itu, Paus asal Amerika Serikat tersebut menulis sekitar 43 ribu kata.

Dalam ensikliknya, Paus menyoroti perkembangan sejumlah sistem persenjataan yang dinilai telah melampaui kemampuan manusia untuk mengendalikannya.

Ia juga menyerukan agar kepemilikan data AI tidak sepenuhnya diserahkan kepada pihak swasta. Selain itu, ia meminta para pembuat kebijakan melindungi hak-hak pekerja dan menjaga anak-anak dari dampak buruk teknologi tersebut.

Paus Leo XIV berjabat tangan dengan salah satu pendiri Anthropic, Christopher Olah, pada presentasi "Magnifica humanitas", ensiklik pertamanya yang berfokus pada kebangkitan kecerdasan buatan, di Aula Nuova del Sinodo Vatikan, Senin (25/5/2026). Foto: Yara Nardi/REUTERS

“Yang dibutuhkan adalah keterlibatan politik yang lebih aktif yang mampu memperlambat segala sesuatu ketika semuanya sedang berakselerasi,” kata Leo XIV dalam ensikliknya seperti dikutip Reuters.

Paus kemudian menyoroti pertanyaan penting mengenai bagaimana AI berkembang dan bagaimana arah kepemimpinan global di era teknologi tersebut.

Ia mengacu pada kisah Menara Babel dalam Alkitab, yang menceritakan manusia didorong kesombongan untuk membangun menara demi mencapai surga hingga memicu murka Tuhan.

“Dengan hati seorang gembala dan seorang ayah, saya meminta semua orang untuk meninggalkan pembangunan Menara Babel baru dan bergabung membangun kebaikan bersama,” kata Paus.

Leo XIV juga mendesak dunia agar tidak menyerah menghadapi potensi risiko berbahaya dari sistem AI.

“Godaan halus mungkin muncul, yaitu pemikiran bahwa masalahnya terlalu besar dan kita terlalu kecil, sehingga pilihan kita dianggap tidak dapat membawa perubahan,” tulisnya.

“Tentu saja, tidak semua orang memiliki kekuatan yang sama untuk membuat perbedaan. Namun, tidak seorang pun tanpa tanggung jawab. Kita semua memiliki ruang tindakan masing-masing,” lanjut Paus.