Kumparan Logo
Konten Media Partner

Danais Topang Kolaborasi MSO-Dinas Kebudayaan DIY Selama Satu Dekade

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Musisi Yogyakarta dan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) berkolaborasi dalam konser A Decade: A Deeper Understanding di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Kamis (17/7). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK
zoom-in-whitePerbesar
Musisi Yogyakarta dan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) berkolaborasi dalam konser A Decade: A Deeper Understanding di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Kamis (17/7). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Dana Keistimewaan (Danais) DIY menjadi penopang utama penyelenggaraan kolaborasi Melbourne Symphony Orchestra (MSO) dan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta selama satu dekade. Dukungan pendanaan tersebut memungkinkan kerja sama budaya Yogyakarta dan Negara Bagian Victoria, Australia, berlangsung secara berkelanjutan sejak pertama kali digelar pada 2016 hingga memasuki tahun kesepuluh pada 2026.

Kolaborasi itu ditandai dengan penyelenggaraan konser bertajuk A Decade: A Deeper Understanding di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Kamis (16/7/2026), setelah didahului rangkaian kegiatan Youth Music Camp, Art Management Workshop, dan Music Composition Workshop pada 6–15 Juli 2026.

Komposer asal Yogyakarta, Vishnu Satyagraha. Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Komposer Yogyakarta, Vishnu Satyagraha, mengatakan Dana Keistimewaan memegang peran penting dalam menjaga keberlanjutan program kolaborasi antara Dinas Kebudayaan DIY dan Melbourne Symphony Orchestra. Menurutnya, dukungan anggaran melalui Danais membuat program tersebut terus berkembang dari tahun ke tahun.

“Dinas Kebudayaan sendiri didukung penuh oleh Dana Istimewa yang secara konsisten mendukung kegiatan ini sehingga dampaknya semakin besar, semakin berkembang, dan sustain,” katanya seusai konser, Kamis (16/7).

Musisi, dalang, dan seluruh seniman yang terlibat menyampaikan salam penutup kepada penonton usai konser A Decade: A Deeper Understanding di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Kamis (17/7). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Vishnu menegaskan dukungan Danais tidak pernah terputus sejak awal penyelenggaraan kerja sama tersebut.

“Sejak awal diselenggarakannya kerja sama antara MSO dan Dinas Kebudayaan selalu didukung oleh Dana Istimewa,” ujarnya.

Selain Danais, penyelenggaraan program juga mendapat dukungan dari Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia. Menurut Vishnu, kolaborasi tersebut menjadi contoh kerja sama budaya yang memperoleh komitmen pendanaan dari kedua belah pihak.

“Bagaimanapun kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dengan Melbourne Symphony Orchestra yang didukung penuh melalui Dana Istimewa maupun funding dari Victorian State Government Australia,” kata Vishnu.

Penonton memenuhi seluruh kursi Auditorium Universitas Sanata Dharma saat menyaksikan konser A Decade: A Deeper Understanding yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Yogyakarta, Kamis (17/7). Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan selama satu dekade penyelenggaraan, program kolaborasi tersebut secara konsisten melahirkan musisi dan pengelola seni pertunjukan yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

Pada konser tahun ini, penonton disuguhi karya utama Dalang Dalang, hasil kolaborasi komposer Indonesia Vishnu Satyagraha dan komposer Australia Thomas Green yang memadukan pertunjukan wayang dengan musik orkestra. Pertunjukan wayang dipimpin dalang muda Fanny Nikyansah, sementara orkestra dipimpin konduktor Sarah Curro dari Melbourne Symphony Orchestra dengan solois cello Raden Dwitama Dharma Sakti, alumnus program magang MSO pada tahun sebelumnya.

Keberlanjutan program yang didukung Danais juga akan berlanjut pada tahun mendatang. Dian Lakshmi Pratiwi mengumumkan dua peserta terbaik Youth Music Camp akan memperoleh kesempatan magang selama 30 hari di Melbourne Symphony Orchestra. Sementara itu, satu kelompok terbaik Art Management Workshop akan difasilitasi Pemerintah Daerah DIY untuk merealisasikan programnya pada 2027.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menyerahkan buket bunga sebagai bentuk apresiasi kepada perwakilan seniman dan pihak yang terlibat dalam konser A Decade: A Deeper Understanding di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Kamis (17/7).Foto: Pandangan Jogja/Danang BK

Dari pihak Australia, Chief Operating Officer (COO) Melbourne Symphony Orchestra, Suzanne Dembo, menilai kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan DIY merupakan salah satu program internasional yang paling berkelanjutan yang pernah dijalankan lembaganya.

“Yang paling menggembirakan dari proyek ini adalah kolaborasi ini menjadi program yang paling berkelanjutan dan paling bermakna karena memberikan kesempatan bagi kami untuk saling belajar,” ujarnya.

Ke depan, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan ekosistem yang dibangun melalui dukungan pendanaan tersebut akan diperluas dengan melibatkan lembaga pendidikan seni seperti SMM Yogyakarta dan ISI Yogyakarta. Langkah itu ditujukan untuk menyiapkan sumber daya manusia orkestra tidak hanya di Kota Yogyakarta, tetapi juga di lima kabupaten/kota di DIY.