Dari 1 Foto bisa Jadi Video Animasi, Mencoba Fitur AI di CapCut World Singapura

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana CapCut World Singapura pada Sabtu (5/9/2026). Foto: Tri Vosa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana CapCut World Singapura pada Sabtu (5/9/2026). Foto: Tri Vosa/kumparan

Membuat karakter, membuat animasinya, bahkan mengedit video kini bisa dilakukan dalam satu aplikasi. Itulah pengalaman baru yang diberikan dalam acara CapCut World.

Pada Sabtu (5/6), kumparan berkesempatan untuk hadir di acara CapCut World di Singapura. CapCut world ini adalah rangkaian acara komunitas perdana di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa untuk mengapresiasi dan memberdayakan para kreator CapCut.

Pada pembukaan rangkaian CapCut World untuk Asia Tenggara yang digelar di Singapura, CapCut mempertemukan lebih dari 300 kreator, anggota tim CapCut, hingga pemimpin industri.

Di acara ini, kreator CapCut dari Singapura, Indonesia, Filipina, Vietnam, hingga Jepang membagikan tips mengedit agar video menjadi lebih menarik dan berkualitas. Mereka juga membagikan cerita panjang menggunakan CapCut sejak pertama kali diluncurkan tahun 2020 lalu.

Lebih dari 85 fitur AI

Dalam acara ini, setidaknya ada 80-an fitur AI yang diperkenalkan. Mulai dari Skill, AI Lab, Edit Pilot, Video Studio, hingga Design Studio.

Suasana CapCut World Singapura pada Sabtu (5/9/2026). Foto: Tri Vosa/kumparan

Misalnya, melalui AI Lab, kreator dapat mengembangkan ide awal dengan menjelaskan visi mereka langsung di aplikasi CapCut. Ide tersebut kemudian dapat dikembangkan lebih lanjut melalui Infinite Canvas untuk merangkai cerita, membangun karakter, serta bereksperimen dengan berbagai pengambilan gambar dan adegan.

Ketika seluruh elemen siap disatukan, cerita beserta aset dan konteks kreatifnya dapat langsung diteruskan ke editor multitrack CapCut. Di sana, fitur penyuntingan berbasis AI, Edit Pilot, akan mendampingi kreator mewujudkan visi mereka dengan menerapkan alat yang tepat di setiap tahap proses kreatif.

CapCut juga menerapkan berbagai langkah transparansi, seperti tanda air tak kasatmata (invisible watermarks) dan Kredensial Konten dari C2PA, agar kreator dapat lebih mudah berkreasi secara bertanggung jawab.

instagram embed

“Sejak awal, CapCut berupaya menyederhanakan proses pembuatan video agar mudah dilakukan oleh lebih banyak orang,” kata Global Head of CapCut, Xiaoqi Fu.

“Berangkat dari pondasi tersebut, CapCut terus menyatukan lebih banyak tahapan dalam proses kreatif, mulai dari penyuntingan dan desain hingga berbagai fitur baru dengan tetap memastikan kendali atas setiap keputusan kreatif berada di tangan pengguna,” sambungnya.

1 foto jadi video animasi

kumparan juga diberikan kesempatan untuk mencoba fitur Video Studio. Hanya dengan satu foto dan menuliskan promt, kumparan bisa mendapatkan sebuah video animasi.

Selain itu, kumparan juga sensasi menggunakan Design Studio hingga Edit Pilot.

Suasana CapCut World Singapura pada Sabtu (5/9/2026). Foto: Tri Vosa/kumparan

Bangun rumah dari template CapCut

Salah satu kreator CapCut yang membagikan kisahnya menggunakan CapCut adalah Erniyati. Erniyati merupakan kreator CapCut yang berasal dari Sumatera Utara (Sumut).

Erni mulai membuat template pada tahun 2021. Saat itu template editan masih sederhana.

“Kemampuan terbatas, template pertama hanya slow motion transisi, tapi ternyata dipakai jutaan orang, dipakai berbagai negara,” kata Erni.

Suasana CapCut World Singapura pada Sabtu (5/9/2026). Foto: Tri Vosa/kumparan

Sejak itu, Erni terus mengasah kemampuannya dan membuat template-template lainnya. Dari template itu, Erni pun mendapatkan bayaran.

“Awalnya cuma iseng saja, aku download CapCut cuma karena lihat Story temen, jadi aku ikutan download, akhirnya kayak sekarang. Gak nyangka juga dapat penghargaan dari CapCut dan diundang di CapCut World,” kata dia.

“Iya bener banget bisa bangun rumah sampai nikah dari CapCut, gak nyangka banget,” sambungnya.

660 pengguna

Sejak diluncurkan 2020, CapCut telah menjangkau 660 juta pengguna di lebih dari 170 pasar dan tersedia dalam 30 bahasa, termasuk di Asia Tenggara, Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, Timur Tengah, serta berbagai wilayah lainnya.

Suasana CapCut World Singapura pada Sabtu (5/9/2026). Foto: Tri Vosa/kumparan