Dari Layar ke Tanaman: Cara RPTRA Carina Sayang Alihkan Anak dari Gadget

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana RPTRA Carina Sayang, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana RPTRA Carina Sayang, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Pengelola RPTRA Carina Sayang di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, rutin mengajak anak-anak di lingkungan sekitar belajar bercocok tanam dengan sistem hidroponik.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gadget saat berada di ruang publik tersebut.

Eny Kusrini (48), salah satu pengelola RPTRA Carina Sayang, mengatakan kegiatan menanam dipilih agar anak-anak memiliki aktivitas yang bermanfaat.

Dengan keterbatasan lahan di Jakarta, metode hidroponik dan penanaman di media sempit menjadi materi utama yang diajarkan.

"Kita alihkan untuk cara penanaman hidroponik supaya mereka tidak bermain gadget atau handphone. Kita ajarkan bagaimana cara menanam yang benar karena di Jakarta ini kan lahannya sempit," ujar Eny.

Suasana RPTRA Carina Sayang, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Penggunaan Gadget Tetap Diawasi

Selain mengalihkan aktivitas, pengelola juga membatasi penggunaan gawai di area RPTRA.

Eny menyebut, pihaknya tetap mengawasi konten yang diakses anak-anak.

"Iya, dibatasi. Walaupun mereka ada pegang handphone, kita juga harus selektif, koreksi dia. Kita harus tahu apa sih yang dilihat sampai seasik itu, ternyata dia hanya lihat TikTok atau apa begitu," tegasnya.

Eny Kusrini (48) Pengelola RPTRA Carina Sayang Foto: Kevin Daniel/kumparan

Belajar dari Barang Sederhana

Selain hidroponik, anak-anak juga diajarkan teknik penyemaian sederhana menggunakan nampan dan tisu.

Menurut Eny, antusiasme anak-anak cukup tinggi karena mereka bisa langsung mempraktikkan cara menanam dengan memanfaatkan barang bekas.

"Mereka sangat antusias. Jadi mereka tahu kalau botol bekas itu tidak usah dibuang, bisa buat menanam kangkung. Harapannya, meskipun mereka tinggal di kontrakan atau lahan sempit, mereka punya ilmu untuk menanam sayur sendiri," katanya.

Suasana RPTRA Carina Sayang, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
Suasana RPTRA Carina Sayang, Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat (15/5/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Fasilitas Butuh Perbaikan

Di sisi lain, Eny mengakui masih ada sejumlah fasilitas di RPTRA Carina Sayang yang perlu diperbaiki.

Ia menyoroti kondisi jogging track yang mulai rusak akibat terdampak banjir, serta area bermain yang memerlukan perawatan.

"Area jogging track sekarang sudah 'ngombak', tidak rata lagi karena dua kali kena banjir. Kalau buat jalan suka ngejeglong. Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih untuk perawatan fasilitas ramah anak di sini," tutupnya.