Konten dari Pengguna

Dari Oprah ke Nadia Murad (End)

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Filsafat Sains Dimitri Mahayana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Unsplash

ektif Filsafat

Eksistensialisme: Viktor Frankl

Viktor Frankl selamat dari kamp konsentrasi Nazi. Viktor Frankl menyatakan bahwa segala sesuatu dapat dirampas dari manusia, kecuali satu hal, yaitu kebebasan manusia untuk memilih bagaimana ia merespons setiap situasi yang terjadi dalam hidupnya. Dalam konteks ini, penderitaan tidak secara otomatis menghancurkan manusia. Sebaliknya, penderitaan dapat menjadi sumber makna apabila individu mampu menentukan sikap terhadap pengalaman tersebut. Oprah dan Nadia menunjukkan bahwa respons yang dipilih secara sadar memiliki peran penting dalam proses kebangkitan.

Stoisisme: Epiktetos, Marcus Aurelius

Epiktetos lahir sebagai budak. Ia tidak memilih kelahirannya. Dalam filsafat Stoisisme dijelaskan bahwa terdapat hal-hal yang berada dalam kendali manusia dan terdapat pula hal-hal yang berada di luar kendalinya. Manusia dianjurkan untuk memfokuskan perhatian dan energinya hanya pada hal-hal yang berada dalam kendali, seperti pikiran, sikap, dan tindakan. Sebaliknya, kejadian eksternal yang tidak dapat dikendalikan sebaiknya diterima dengan sikap yang bijaksana. Pendekatan ini terlihat dalam kehidupan Oprah dan Nadia yang tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi mampu mengendalikan arah hidup mereka.

Filsafat Islam: Tawakkal

Dalam tradisi Islam, ada konsep yang disebut dengan tawakkal. Tawakkal ini berarti berserah kepada Tuhan setelah melakukan usaha maksimal. Bukan pasrah tanpa tindakan, melainkan tindakan penuh, lalu berserah pada Tuhan dengan hasilnya. Dalam perspektif filsafat Islam telah menegaskan bahwa manusia yang kuat bukanlah manusia yang tidak mengalami penderitaan, melainkan manusia yang mampu mengarahkan keinginannya menuju kebaikan. Hal ini tetap berlaku bahkan dalam kondisi penuh kesulitan dan kehilangan. Nadia menunjukkan hal tersebut dengan mengarahkan seluruh hidupnya untuk memperjuangkan keadilan bagi komunitasnya.

Etika Kebajikan: Aristoteles

Aristoteles menjelaskan konsep arete, yaitu kebajikan yang tercermin dalam tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kebajikan bukan hanya sekadar pengetahuan atau niat, melainkan diwujudkan melalui kebiasaan dan tindakan yang konsisten. Dalam hal ini, keberanian, ketekunan, dan kejujuran yang ditunjukkan oleh Oprah dan Nadia merupakan bentuk nyata dari arete.

Poststrukturalisme: Foucault

Michel Foucault menjelaskan bahwa identitas manusia tidak bersifat tetap, melainkan dibentuk melalui narasi dan relasi kekuasaan. Ketika seseorang mampu menulis ulang kisah hidupnya, ia sedang melakukan tindakan kekuasaan terhadap dirinya sendiri. Oprah dan Nadia menunjukkan bahwa mereka tidak menerima definisi sebagai korban, tetapi membangun identitas baru sebagai penyintas dan agen perubahan.

IV. Perspektif Sains

Neurobiologi Trauma: Van der Kolk

Trauma tersimpan bukan hanya dalam pikiran. Namun ia tersimpan dalam sistem saraf dan tubuh. Dalam kondisi trauma, amigdala yang merupakan pusat alarm otak menjadi lebih sensitif terhadap ancaman. Sebaliknya, korteks prefrontal yang berfungsi dalam penalaran dan pengambilan keputusan mengalami penurunan fungsi. Akibatnya, individu menjadi lebih reaktif dan kesulitan mengontrol emosi. Namun, melalui proses pemulihan seperti berbicara, menulis, dan bersaksi, fungsi korteks prefrontal dapat diaktifkan kembali secara bertahap. Setiap kali Oprah bercerita, otaknya menyembuhkan dirinya sendiri. Setiap kali Nadia bersaksi, jalur saraf yang rusak dibangun kembali.

Post-Traumatic Growth: Tedeschi & Calhoun

Post-Traumatic Growth merupakan konsep yang menjelaskan bahwa individu dapat mengalami perkembangan positif setelah melalui peristiwa traumatis. Dari hasil Riset Tedeschi dan Calhoun menemukan lima dimensi pertumbuhan ini:

Pertama, hubungan yang lebih dalam, ditandai dengan kemampuan untuk merasakan dan memahami orang lain secara lebih empatik. Oprah dikenal karena empati yang tidak biasa. Ia merasakan orang lain dengan kedalaman yang jarang.

Kedua, kemungkinan baru dalam hidup. Keduanya menemukan misi yang tidak pernah terbayangkan sebelum trauma.

Ketiga, kekuatan personal yang lebih besar. Mereka memahami bahwa jika mampu untuk melewati pengalaman tersebut, maka mereka mampu menghadapi tantangan lainnya.

Keempat, penghargaan terhadap hidup. Setiap hari yang aman dirasakan sebagai sebuah anugerah.

Kelima, perubahan spiritual. Keduanya mengalami transformasi mendalam tentang makna dan tujuan hidup. Oprah dan Nadia memenuhi semua lima dimensi.

Teori Keterikatan: Bowlby & Ainsworth

Teori keterikatan menjelaskan pentingnya keberadaan hubungan yang aman dalam perkembangan manusia. Konsep secure base merujuk pada hubungan yang memberikan rasa aman sehingga individu dapat pulih dan berkembang. Dalam kehidupan Oprah, peran ayahnya memberikan dasar keamanan tersebut. Sementara itu, dalam kehidupan Nadia, dukungan dari individu yang menolongnya berperan sebagai fondasi pemulihan. Lalu dari aktivis HAM yang mempercayai kesaksiannya, serta dari Abid Shamdeen yang berjuang di sisinya.

Ini menjelaskan mengapa dua orang dengan trauma serupa bisa berbeda nasib. Bukan karena yang satu lebih kuat secara bawaan. Tapi karena yang satu menemukan secure base lebih awal. Satu hubungan aman bisa menjadi titik balik seluruh hidup.

Neuroplastisitas: Norman Doidge

Neuroplastisitas merupakan kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi sepanjang kehidupan. Perubahan ini terjadi melalui pembentukan koneksi saraf baru sebagai respons terhadap pengalaman. Dengan demikian, kebangkitan bukan hanya konsep metaforis, tetapi juga merupakan proses biologis yang nyata dalam struktur otak manusia.

Setiap kali Oprah berbicara tentang pengalamannya, otaknya membentuk jalur saraf baru lalu mengintegrasikan memori yang sebelumnya terpecah. Setiap kali Nadia memberikan kesaksian, memori yang dulu hanya bisa ditangis sekarang bisa diucapkan, kemudian yang diucapkan bisa diatur, serta menciptakan sesuatu yang diatur kini bisa diintegrasikan. Kebangkitan bukan hanya metafora. Ia terjadi secara harfiah di dalam sel-sel otak.

Self-Determination Theory: Deci & Ryan

Teori ini menjelaskan bahwa manusia memiliki tiga kebutuhan psikologis dasar: otonomi, yaitu perasaan memiliki kendali atas hidup sendiri; kompetensi, yaitu keyakinan bahwa individu mampu menghadapi tantangan; dan keterikatan, yaitu perasaan terhubung dan diterima oleh orang lain.

Ketiga aspek ini terlihat dalam perjalanan hidup Oprah dan Nadia. Namun, dengan adanya trauma berat, maka menghancurkan ketiga hal ini sekaligus. Kebangkitan Oprah dan Nadia adalah proses merebut kembali ketiganya. Semua dilakukan bertahap, satu demi satu, tidak dilakukan sekaligus. Pertama mereka memilih berbicara tentang hal yang mereka alami, maka otonomi kembali. Lalu mereka berhasil mengubah sesuatu dalam hidupnya yang menciptakan kompetensi kembali. Langkah terakhir yaitu mereka membangun komunitas sehingga sebuah keterikatan kembali mereka dapatkan.

V. Sintesis

Sepuluh konsep dari dua disiplin ilmu dengan tokoh yang berbeda menunjukkan kesimpulan yang serupa. Semua perspektif tersebut mengarah pada satu prinsip utama, yaitu: "Prinsip Tunggal Kebangkitan".

Kebangkitan terjadi ketika seseorang mampu mengubah identitas dirinya. Perubahan tersebut terjadi dari kondisi sebagai individu yang merasa dirusak oleh masa lalu menjadi individu yang memiliki masa depan yang bermakna. Perubahan identitas ini bukan merupakan peristiwa yang terjadi secara instan, melainkan proses yang berlangsung secara bertahap. Proses tersebut membutuhkan waktu, hubungan yang aman, serta pilihan yang diulang secara konsisten setiap hari. Dalam perspektif keagamaan, hal ini berkaitan dengan konsep tawakal, yaitu sikap berserah diri kepada Tuhan disertai usaha untuk menjadi lebih baik.

Frankl menyebut konsep ini sebagai makna. Aristoteles menyebutnya sebagai eudaimonia. Tedeschi menyebutnya sebagai Post-Traumatic Growth. Van der Kolk menyebutnya sebagai integrasi. Deci dan Ryan menyebutnya sebagai self-determination. Meskipun istilah yang digunakan berbeda, seluruh konsep tersebut merujuk pada inti yang sama.

Pelaku kejahatan dapat merampas banyak hal dari seseorang, tetapi tidak dapat merampas kemampuan individu untuk memilih sikap terhadap kehidupannya. Oprah dan Nadia menunjukkan bahwa tanpa harus memahami teori secara formal, seseorang tetap dapat membuktikan kebenaran konsep tersebut melalui pengalaman hidupnya.

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." — Q.S. Al-Insyirah: 6 (**)

Daftar Referensi

A. Kisah Nyata

Nadia Murad. The Last Girl: My Story of Captivity, and My Fight Against the Islamic State. Crown Publishing Group, 2017.

Winfrey, Oprah. What I Know for Sure. Flatiron Books, 2014.

Wikipedia. "Nadia Murad." Diakses Maret 2026. https://en.wikipedia.org/wiki/Nadia_Murad

Wikipedia. "Oprah Winfrey." Diakses Maret 2026. https://en.wikipedia.org/wiki/Oprah_Winfrey

Wikipedia. "The Oprah Winfrey Show." Diakses Maret 2026. https://en.wikipedia.org/wiki/The_Oprah_Winfrey_Show

Britannica. "Oprah Winfrey." Diakses Maret 2026. https://www.britannica.com/biography/Oprah-Winfrey

Britannica. "Nadia Murad." Diakses Maret 2026. https://www.britannica.com/biography/Nadia-Murad

Mississippi Encyclopedia. "Winfrey, Oprah." Diakses Maret 2026. https://mississippiencyclopedia.org/entries/oprah-winfrey/

Nadia's Initiative. https://www.nadiasinitiative.org

B. Filsafat

Frankl, Viktor E. Man's Search for Meaning. Beacon Press, 1959. --- Tentang kebebasan memilih makna di tengah penderitaan; dasar eksistensialisme terapeutik.

Sartre, Jean-Paul. Being and Nothingness. Philosophical Library, 1943. --- Tentang kebebasan radikal manusia dan konsep mauvaise foi (iman buruk).

Epictetus. Enchiridion (The Manual). Abad ke-2 M. --- Tentang dikotomi kendali: apa yang dalam kuasa kita dan apa yang tidak.

Marcus Aurelius. Meditations. Abad ke-2 M. --- Tentang respons batin sebagai satu-satunya hal yang sepenuhnya milik kita.

Aristoteles. Nicomachean Ethics. Abad ke-4 SM. --- Tentang eudaimonia dan arete: hidup yang dihayati sepenuhnya sesuai potensi terbaik.

Foucault, Michel. Discipline and Punish. Gallimard, 1975. --- Tentang cara kekuasaan bekerja melalui narasi dan pendefinisian identitas.

Foucault, Michel. The History of Sexuality, Vol. 1. Gallimard, 1976. --- Tentang kuasa, tubuh, dan perebutan narasi diri.

Al-Quran, Surah Al-Insyirah (94): 5-6. --- Tentang kemudahan yang menyertai setiap kesulitan; prinsip dasar iman dalam penderitaan.

Konsep tawakal dalam tradisi Islam merujuk pada ajaran yang tersebar luas dalam literatur klasik dan kontemporer tentang kepasrahan aktif setelah usaha penuh kepada Tuhan.

C. Sains

van der Kolk, Bessel. The Body Keeps the Score: Brain, Mind, and Body in the Healing of Trauma. Viking, 2014. --- Tentang bagaimana trauma tersimpan dalam sistem saraf dan cara penyembuhannya melalui verbalisasi.

Tedeschi, Richard G., & Calhoun, Lawrence G. "Posttraumatic Growth: Conceptual Foundations and Empirical Evidence." Psychological Inquiry, 15(1), 2004. --- Tentang lima dimensi pertumbuhan pasca-trauma yang melampaui resiliensi biasa.

Tedeschi, Richard G., & Calhoun, Lawrence G. Trauma and Transformation: Growing in the Aftermath of Suffering. Sage Publications, 1995.

Bowlby, John. Attachment and Loss, Vol. 1: Attachment. Basic Books, 1969. --- Tentang secure base dan kebutuhan manusia akan satu hubungan aman untuk bertahan dan pulih.

Ainsworth, Mary D. S. Patterns of Attachment. Lawrence Erlbaum Associates, 1978. --- Tentang bagaimana pola keterikatan awal membentuk kemampuan pemulihan sepanjang hidup.

Doidge, Norman. The Brain That Changes Itself. Viking, 2007. --- Tentang neuroplastisitas: kemampuan otak mengubah koneksinya bahkan setelah trauma berat.

Deci, Edward L., & Ryan, Richard M. "Self-Determination and Intrinsic Motivation in Human Behavior." Plenum Press, 1985. --- Tentang tiga kebutuhan dasar manusia: otonomi, kompetensi, dan keterikatan.

Deci, Edward L., & Ryan, Richard M. "The 'What' and 'Why' of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of Behavior." Psychological Inquiry, 11(4), 2000.

Herman, Judith. Trauma and Recovery. Basic Books, 1992. --- Tentang tahapan pemulihan trauma dan peran kesaksian publik dalam proses penyembuhan.

Oprah Winfrey · Nadia Murad · Viktor Frankl · Aristoteles · Epiktetos · Foucault · Van der Kolk · Doidge · Tedeschi · Calhoun · Bowlb