Dari Sisa Jadi Bisa Vol.3, Nojorono Ajak Warga Depok Peduli Pascakonsumsi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
“Dari Sisa Jadi Bisa” sebagai salah satu kegiatan #PuntungBeruntung berkolaborasi dengan KICKYOURBUTT Project (KYB) hadir di Emily Listening Space, Kota Depok pada Sabtu (29/8). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
“Dari Sisa Jadi Bisa” sebagai salah satu kegiatan #PuntungBeruntung berkolaborasi dengan KICKYOURBUTT Project (KYB) hadir di Emily Listening Space, Kota Depok pada Sabtu (29/8). Foto: Dok. Istimewa

Dalam upaya membangun kebiasaan masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap produk pascakonsumsi, Nojorono menghadirkan gerakan #PuntungBeruntung sejak 2023. Pada 2025, gerakan ini berkolaborasi dengan KICKYOURBUTT Project (KYB) dengan membawa visi untuk mengolah produk pascakonsumsi menjadi barang yang memiliki nilai dan fungsi baru melalui berbagai kegiatan, salah satunya “Dari Sisa Jadi Bisa”.

Terbaru, kegiatan “Dari Sisa Jadi Bisa” digelar untuk ketiga kalinya sepanjang 2026 pada 29 Agustus 2026 di Emily Listening Space, Kota Depok. Dikemas secara kreatif dan interaktif, kegiatan ini bertujuan menarik minat masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap produk pascakonsumsi sekaligus mendorong perubahan perilaku secara organik.

Kegiatan kreatif dan interaktif hadir dalam “Dari Sisa Jadi Bisa” di Emily Listening Space, Kota Depok pada Sabtu (29/8). Foto: Dok. Istimewa

Project Manager KICKYOURBUTT Project, Arya Adhi Nugraha, menyampaikan konsistensi pelaksanaan “Dari Sisa Jadi Bisa” menjadi bagian dari komitmen #PuntungBeruntung dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan Dari Sisa Jadi Bisa bukan diukur dari jumlah orang yang datang, tetapi dari semakin banyaknya percakapan yang muncul setelah acara berlangsung. Ketika orang mulai melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan mempertanyakan kembali kebiasaannya sehari-hari, di situlah tujuan kegiatan ini mulai tercapai,” ungkap Arya.

Senada dengan Arya, Corporate Communication Head PT Nojorono Tobacco International, Eliza Susanto, mengatakan kolaborasi lintas sektor dan komunitas menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kesadaran yang berkelanjutan.

“Kami meyakini bila perubahan yang berkelanjutan lahir dari kesadaran yang tumbuh secara kolektif. Dari Sisa Jadi Bisa yang hadir secara periodik, sekaligus menjadi momentum pengingat bagi khalayak umum untuk terus konsisten melakoni kebiasaan bertanggung jawab atas pascakonsumsi, hingga akhirnya menciptakan perubahan perilaku. Ke depan, kami berharap #PuntungBeruntung terus berkembang, menjangkau lebih banyak komunitas, dan mendorong kolaborasi yang menghasilkan dampak positif secara berkelanjutan,” pungkas Eliza.

Masyarakat saat mengikuti mengikuti “Dari Sisa Jadi Bisa” di Emily Listening Space, Kota Depok pada Sabtu (29/8). Foto: Dok. Istimewa

Melalui gerakan #PuntungBeruntung dan kegiatan “Dari Sisa Jadi Bisa”, Nojorono terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan produk pascakonsumsi.