Demo di Depan Lapas Narkotika Bolangi Sulsel Rusuh, Massa Bentrok dengan Petugas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo ricuh di depan kantor Lapas Narkotika Bolangi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (25/5/2026). Foto: Lapas Bolangi
zoom-in-whitePerbesar
Demo ricuh di depan kantor Lapas Narkotika Bolangi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (25/5/2026). Foto: Lapas Bolangi

Demo di depan kantor Lapas Narkotika Bolangi atau Lapas Narkotika Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (25/5) sore ricuh. Massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum itu menggelar aksi untuk menyikapi maraknya peredaran narkotika di Lapas.

Aksi yang awalnya berlangsung aman, tiba-tiba ricuh karena massa anarkis mencoret-coret bangunan kantor Lapas Bolangi.

Tak terima hal tersebut, petugas Lapas Bolangi kemudian bereaksi. Petugas berusaha untuk membubarkan massa hingga terjadi pemukulan.

Dalam video yang beredar, tampak sejumlah massa bentrok dengan petugas. Sejumlah massa diamankan petugas.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Bolangi, Fadil Mubarak, membenarkan hal tersebut. Menurut Fadil, keributan itu karena massa terlebih dahulu melakukan penyerangan dan perusakan fasilitas kantor.

"Mereka datang langsung menabrak pintu Lapas. Dan merusak fasilitas kantor," kata Fadil saat dikonfirmasi kumparan.

Demo ricuh di depan kantor Lapas Narkotika Bolangi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (25/5/2026). Foto: Lapas Bolangi

Ia menjelaskan, demo yang dilakukan puluhan massa ini diduga kuat tidak mengantongi izin dari kepolisian. "Ini aksinya tidak ada pemberitahuan kepada ke kepolisian dan kami di Lapas," bebernya.

Saat ditanya demo ricuh berujung penganiayaan, Fadil menyebut video yang beredar tidak menampilkan secara keseluruhan.

"Itu video yang beredar hanya potongan setelah dibubarkan oleh pihak kepolisian, kami punya video lengkap ketika mereka melakukan perusakan," tegasnya.

Terkait perusakan fasilitas kantor, Fadil mengaku akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"Kami akan laporkan ke pihak berwajib aksi perusakan," ujar dia.