Desa Kaimear di Maluku Dilanda Kekeringan, Bantuan Air Minum Disalurkan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi antre air dampak kekeringan Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi antre air dampak kekeringan Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Desa Kaimear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, Kota Tual, Maluku, dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau. Sebanyak 96 kepala keluarga (KK) atau sekitar 191 jiwa terdampak kekeringan dan mengalami kesulitan mendapatkan air layak konsumsi.

Menindaklanjuti laporan dari pemerintah daerah, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku melalui Posko Penanganan Kekeringan langsung menyalurkan bantuan air minum kemasan kepada masyarakat. Distribusi bantuan dilakukan menggunakan kapal laut mengingat letak geografis Pulau Kur yang berada di wilayah kepulauan.

Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, mengatakan penyaluran bantuan merupakan upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air minum, tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

"Begitu kami menerima laporan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tual, kami segera melakukan distribusi bantuan air minum kemasan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Kaimear. Ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat BWS Maluku dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau," ujar Ruslan Malik kepada kumparan, Sabtu (1/8).

Kemarau panjang picu krisis air bersih di Pulau Kur, BWS Maluku salurkan 200 dus air minum untuk warga Kaimear. Foto: Dok. Istimewa

Ruslan menjelaskan, pada tahap awal pihaknya menyalurkan sebanyak 200 dus air minum kemasan yang diperuntukkan bagi 191 warga di Desa Kaimear.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat sembari menunggu kondisi cuaca membaik dan sumber air bersih kembali tersedia.

Namun proses distribusi bantuan tidak berjalan tanpa hambatan. Ruslan mengungkapkan, pengiriman air minum sempat terkendala adanya larangan berlayar yang dikeluarkan BMKG akibat tinggi gelombang di perairan menuju Pulau-Pulau Kur.

"Memang terdapat kendala di lapangan karena adanya peringatan BMKG terkait gelombang tinggi sehingga aktivitas pelayaran sempat dibatasi. Meski demikian, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar bantuan dapat tersalurkan dengan aman kepada masyarakat," katanya.

Kemarau panjang picu krisis air bersih di Pulau Kur, BWS Maluku salurkan 200 dus air minum untuk warga Kaimear. Foto: Dok. Istimewa

Ia menambahkan, BWS Maluku akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Maluku dan siap menyalurkan bantuan apabila terdapat daerah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kami mengimbau pemerintah daerah untuk terus menyampaikan informasi apabila terdapat wilayah yang mengalami kekeringan. BWS Maluku akan terus hadir memberikan dukungan melalui Posko Penanganan Kekeringan sesuai kebutuhan di lapangan," tutup Ruslan.