Di Hadapan Gus Ipul, Wali Asuh dan Wali Asrama se-Sulsel Ikrar Kerja Totalitas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadiri kegiatan Penguatan Pengasuhan Bagi Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat se-Sulawesi Selatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadiri kegiatan Penguatan Pengasuhan Bagi Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat se-Sulawesi Selatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Ratusan wali asuh dan wali asrama sekolah rakyat se-Sulawesi Selatan ikrar akan bekerja totalitas dan penuh empati serta siap diberhentikan apabila melakukan pelanggaran.

Ikrar tersebut dibacakan secara langsung di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri kegiatan penguatan pengasuhan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026).

"Saya, wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat, siap bekerja dengan disiplin, penuh integritas dan bertanggung jawab, siap bekerja dengan empati dan sepenuh hati. Saya, wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat siap diberhentikan jika melakukan pelanggaran, terutama pelanggaran yang berkaitan dengan perundungan, kekerasan, baik fisik maupun seksual, dan melakukan tindakan intoleransi," ucap para peserta pelatihan serentak, sembari mengangkat tangan tangan.

Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa para wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat harus bekerja penuh disiplin dan tanggung jawab. Sebab, mereka merupakan kompas moral dan menjadi teladan bagi siswa-siswi.

"Ini yang saya titipkan, dua ini saja. Satu, disiplin, dua, tanggung jawab. Dua-duanya ini dilaksanakan, itu sungguh bisa menuntun kerja kita," kata Gus Ipul di hadapan 200 peserta pelatihan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadiri kegiatan Penguatan Pengasuhan Bagi Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat se-Sulawesi Selatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Gus Ipul menjelaskan, disiplin dalam arti yang utuh adalah para wali asuh dan wali asrama harus taat pada kode etik, aturan dan menghadirkan integritas. Sedangkan tanggung jawab artinya tidak suka lempar tanggung jawab.

"Maka itu, saya minta kepada wali asrama, wali asuh, totalitaslah dalam bekerja, jangan setengah-setengah," tegasnya.

Gus Ipul mengatakan, siswa-siswi yang bersekolah di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak istimewa dan berasal dari latar belakang yang beragam. Beberapa di antaranya bahkan merupakan korban kekerasan, hingga memiliki masalah kesehatan fisik maupun mental.

"Ini yang harus didampingi dengan baik oleh bapak-ibu sekalian, jangan sampai bapak-ibu sekalian malah justru melakukan tindakan-tindakan yang tidak semestinya," jelas dia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadiri kegiatan Penguatan Pengasuhan Bagi Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat se-Sulawesi Selatan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Dok. Kemensos

Oleh karena itu, Gus Ipul meminta setiap wali asuh dan wali asrama bekerja menggunakan hati serta empati.

"Maka itulah, bapak-ibu sekalian kerja di lingkungan Kementerian Sosial membutuhkan empati, harus bekerja dengan hati," katanya.