Di Forum EEF Rusia, Prabowo Ungkap Alasan Bentuk MBG

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak dan ibu hamil. Menurut Prabowo, pembangunan tidak semestinya hanya diukur melalui angka-angka ekonomi, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk dari meja makan keluarga.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam agenda Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).

Prabowo mengatakan pemerintah tetap percaya terhadap dunia usaha, termasuk inisiatif, kreativitas, dan inovasi. Namun, menurut dia, negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi kelompok masyarakat yang lemah serta mengelola sumber daya nasional untuk kepentingan rakyat.

"Kami percaya pada dunia usaha, inisiatif, kreativitas, dan inovasi. Namun, kami juga percaya bahwa pemerintah harus melindungi mereka yang lemah, mengelola sumber daya nasional dengan baik, memberantas korupsi, serta berinvestasi untuk kebutuhan jangka panjang rakyat dan bangsa," kata Prabowo.

Sejumlah siswa membawa ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan disalurkan ke sekolah, di Sangkurio, Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (11/8/2026). Foto: Akbar Tado/ANTARA FOTO

Prabowo menyebut prinsip tersebut menjadi bagian dari makna pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia menegaskan pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan manfaat bagi kelompok tertentu.

"Itulah arti pembangunan untuk kepentingan rakyat bagi Indonesia: kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang," ucapnya.

Menurut Prabowo, ukuran keberhasilan pembangunan seharusnya dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satunya dari kondisi keluarga ketika memenuhi kebutuhan dasar di rumah.

"Pembangunan tidak boleh hanya memberikan manfaat kepada segelintir orang. Pembangunan harus diukur dari meja makan keluarga-keluarga biasa, apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil panennya dengan harga yang wajar, apakah keluarga dapat tinggal di rumah yang layak, apakah generasi muda dapat memperoleh pekerjaan yang produktif, dan apakah listrik dapat menjangkau setiap rumah di setiap desa," kata dia.

Prabowo kemudian mengaitkan prinsip tersebut dengan sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka yang sedang hamil," imbuh Prabowo.

Ia mengatakan kebijakan pemerintah juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.

"Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi," kata dia.