Di Pemerintahan, Anis Matta Sebut Dirinya dan Fahri Hamzah 'Digoyang' Tiap Hari

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta berjalan saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto dalam pengumuman jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Luar Negeri, Muhammad Anis Matta berjalan saat dipanggil Presiden Prabowo Subianto dalam pengumuman jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (20/10/2024). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengungkapkan bahwa dirinya dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah yang kini berada di pemerintahan kerap menghadapi berbagai kritik dan tekanan setiap hari.

Hal itu disampaikan Anis saat memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Nasional (Bimtek) II Partai Gelora di Jakarta Pusat, Sabtu (13/6).

"Saudara-Saudara sekalian, sebenarnya nasib Saudara juga sama dengan saya, dengan Pak Fahri yang sekarang ada di kabinet, yang sekarang sedang diprotes tiap hari. Digoyang tiap hari," kata Anis.

Anis mengatakan berada di dalam pemerintahan membutuhkan kemampuan tersendiri untuk mengelola berbagai dinamika yang muncul. Menurut dia, keberhasilan secara personal belum tentu cukup apabila secara keseluruhan kinerja pemerintahan menghadapi persoalan.

"Dan karena itu, ini juga membutuhkan satu keahlian tersendiri untuk mengelola situasi ketika kita ada dalam pemerintahan. Tapi pada waktu yang sama, kita mungkin secara personal bisa perform, tapi kalau secara keseluruhannya tidak misalnya, itu juga akan jadi masalah," ujarnya.

Anis menilai situasi yang dihadapi Indonesia saat ini tidak terlepas dari kondisi global yang turut memberikan tekanan kepada banyak negara. Ia menilai, tantangan utama yang dihadapi berbagai negara saat ini adalah bagaimana mampu bertahan di tengah ketidakpastian.

"Tapi memang ada situasi makro yang sekarang ini membuat seluruh negara ada dalam situasi yang sama pada dasarnya, yaitu situasi bagaimana bisa bertahan hidup," katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut sejalan dengan pandangan yang telah dituangkan Partai Gelora dalam manifestonya sejak awal pendirian partai.

"Karena seperti yang kita tuliskan dalam manifesto Partai Gelora yang menjelaskan mengapa kita mendirikan partai ini, karena memang ada krisis besar yang akan datang," pungkas dia.