Konten dari Pengguna

Digital Governance: Kemajuan Teknologi Informasi Milik Siapa?

Oni Haeroni

Oni Haeroni

Seorang Analis kebijakan Ahli Muda di Pemda Kab. Bandung

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Oni Haeroni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi PNS masa lalu hasil olahan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PNS masa lalu hasil olahan AI

Gelombang Kemajuan Teknologi

Sebagai bagian dari generasi yang lahir pada tahun 80-an, saya masih ingat berbagai keterbatasan yang dimiliki hingga pada awal milenium. Baru pada awal tahun 90-an siaran televisi swasta menemani perjalanan tontonan kami pada masa itu dengan diresmikannya siaran bebas stasiun TV swasta pertama di Indonesia selain siaran TV nasional yang memang sudah ada sejak dulu.Generasi beruntung kalau boleh meminjam istilah yang sering kita dengar tentang generasi kami ini. Betapa tidak, kami tumbuh di masa analog, mengalami transisi digital, dan kini hidup pada era internet di mana seluruh dimensi kehidupan terkoneksi penuh satu sama lain secara digital melalui kemajuan teknologi informasi.

ASN yang Mendunia

Ayah saya adalah seorang PNS, yang pensiun saat transisi digital mulai masuk dalam kehidupan sehari-hari. Saya menyaksikan melalui ayah saya, bagaimana koran masih menjadi media penyebaran informasi yang efektif, dokumen berlembar-lembar bahkan menumpuk untuk dibaca dan diperiksa, pun komunikasi masih sangat terbatas bergantung pada pertemuan langsung, surat dan telepon rumah. Sungguh di luar bayangan saya, ketika kini seorang ASN dihadapkan pada tantangan yang lebih masif dan tidak hanya bersifat lokal dan regional, tapi juga nasional dan global. Dulu mungkin ASN hanya melaksanakan rapat pertemuan langsung internal instansi, pembahasan pun senantiasa berputar pada permasalahan lokal. Sekarang yang terjadi adalah, bahkan seorang low-level management ASN dapat langsung mengikuti dan berkomunikasi dengan kementerian melalui komunikasi daring atau online berupa zoom dan bagaimana transformasi peran sebuah entitas kecil di daerah menjadi bagian dari program global yang melibatkan banyak sektor. Hal ini tidak bisa dihindari seiring dengan terhubungnya seluruh aspek kehidupan melalui kemajuan teknologi tadi. ASN mau tidak mau harus beradaptasi dan menjadi bagian dari laju perkembangan, kita bukan lagi menjadi objek perubahan, tetapi kitalah penggerak perubahan itu. Menjadi ASN yang melek digital dan ASN yang mendunia.

ASN dan Kemajuan Teknologi

Reformasi Birokrasi salah satu tujuannya adalah untuk menciptakan World class government atau pemerintahan kelas dunia yang didukung oleh Smart ASN yang mendunia dengan karakteristik sebagai berikut, yaitu integritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, menguasai IT dan bahasa asing, hospitality, dan entrepreneurship. Tantangan terbesar menjadi seorang ASN kini tidak lagi hanya sekadar hadir, mengisi absensi dan mengerjakan pekerjaan rutin administrasi sehari-hari. Sebagai bagian dari sebuah ekosistem pemerintahan yang tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu, seorang ASN selain harus memahami hak dan kewajibannya, juga dituntut untuk menguasai teknologi alih-alih hanya mengenal, meningkatkan kompetensi dan soft skill yang dimiliki untuk dapat selalu berinovasi, serta senantiasa memperluas jaringan, karena pada era serba terhubung ini, kita tidak bisa bekerja sendirian atau one man show.

Hal ini berlaku pada setiap jenjang atau level karier dan jabatan, juga tidak terkecuali untuk seluruh generasi baik mulai dari generasi baby boomers sampai dengan generasi Z atau biasa kita sebut Gen-Z. Menguasai teknologi bukan lagi sebuah pilihan, tapi adalah keharusan sebagaimana hampir seluruh aspek kehidupan kita saat ini terkoneksi penuh melalui jaringan internet. Dari mulai hal kecil jajan di pinggir jalan yang sudah mulai menggunakan Qris, sampai dengan analisa permasalahan melalui berbagai tools pemikir nya. Dari anak kecil yang sudah mulai menggunakan gadget untuk tugas sekolahnya sampai dengan orang tua yang memesan makanan dari rumah melalui berbagai platform pesan makanan online. Hampir tidak ada yang tidak melibatkan teknologi di dalamnya. Begitu juga di Pemerintahan, transformasi menuju Digital Governance sudah mulai rampung, sehingga seluruh ASN tanpa terkecuali harus sudah memiliki karakteristik Smart ASN yang salah satunya adalah berwawasan global dan menguasai IT. Tidak ada lagi alasan bagi yang belum menguasai IT untuk bersantai.

Apel bersama ASN Kabupaten Bandung (dokumentasi humas)

Inovasi untuk melayani masyarakat

Saya tidak bisa membayangkan, ketika masyarakat terbiasa dengan efektifitas dan kecepatan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari melalui pemanfaatan teknologi, kemudian dihadapkan pada struktur pelayanan pemerintahan yang masih konvensional, bertele-tele dan tidak responsif. Konsep Digital Governance menjadi pilar reformasi birokrasi yang mengutamakan efisiensi, transparansi, serta keterlibatan publik melalui pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan (Janowski dkk., 2018). Paradigma Digital Governance menuntut perubahan mendasar pada tata kelola pemerintahan, yakni berpindah dari pola kerja birokrasi yang kaku pada prosedur formal menuju pelayanan publik yang berorientasi penuh pada kebutuhan masyarakat. Di sinilah kemudian peran penting ASN dalam mewujudkan Digital Governance sebagai satu kesatuan dan saling bergantung sebagai penggerak utama reformasi birokrasi. ASN berperan sebagai agen perubahan (Smart ASN) yang harus memiliki literasi digital yang tinggi mencakup kecakapan, budaya dan etika. Efektivitas keterlaksanaan Digital Governance amat ditentukan kapasitas ASN dalam mengoperasikan tata kelola berbasis jaringan tersebut (Kurniawan dkk., 2020). Dengan memiliki literasi digital yang tinggi, pemanfaatan teknologi informasi oleh ASN, terutama di wilayah, akan berjalan seiring dengan munculnya berbagai inovasi pelayanan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Karena para ASN di wilayah lah yang lebih memahami dinamika, perkembangan dan permasalahan yang terjadi terkait pelayanan publik yang diterima oleh masyarakat.

Website pelayanan digital Kabupaten Bandung (hasil tangkapan layar)

Kesimpulannya adalah bahwa Smart ASN yang berkarakter wawasan global dan menguasai IT, menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi sebagai roda penggerak reformasi birokrasi menuju World Class Government yang bercirikan Digital Governance.