Digitalisasi Bansos Targetkan 48 Juta Penduduk, Gus Ipul Dorong Agen Perlinsos

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Saifullah Yusuf bersama Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti Rapat Tingkat Menteri Perluasan Perlinsos dan Rencana Implementasi Tahun 2027 di Gedung Aneka Bhakti, Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (30/9/2026).  Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Saifullah Yusuf bersama Ketua KPTDP Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti Rapat Tingkat Menteri Perluasan Perlinsos dan Rencana Implementasi Tahun 2027 di Gedung Aneka Bhakti, Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa 50 persen penduduk Indonesia atau sekitar 48 juta keluarga ditargetkan terdaftar dalam Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.

Untuk mencapai target tersebut, salah satu tantangan yang terjadi adalah tidak semua masyarakat memiliki literasi digital yang baik. Dengan demikian, diperlukan Agen Perlinsos untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial (bansos) namun belum terdaftar, untuk masuk ke dalam layanan Perlinsos Digital.

“Tantangannya adalah tidak semua warga melek digital. Ada lansia, penyandang disabilitas, warga di daerah terpencil, justru yang paling membutuhkan, paling berisiko tertinggal. Keterbatasan teknologi tidak boleh menjadi alasan mereka tidak terdaftar,” kata Gus Ipul saat membuka Rapat Tingkat Menteri (RTM) Perluasan Perlinsos dan Rencana Implementasi Tahun 2027 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan, ⁠Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, ⁠dan Menteri Agama Nasaruddin Umar.

⁠Kemudian Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Sutanto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nugroho Sulistyo Budi, serta pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menjelaskan bahwa per hari ini, baru sekitar 5,6 juta keluarga atau sekitar 10 persen dari target yang telah terdaftar pada Perlinsos Digital. Proses pendaftaran tersebut dibantu oleh lebih dari 289 ribu agen perlinsos.

“Harapan kita makin hari agen Perlinsos terus meningkat. Jika tiap agen rata-rata dapat mendaftarkan 30 keluarga, maka untuk mencapai 48 juta keluarga kita membutuhkan sekitar 2,4 juta agen, hampir 10 kali lipat dari yang ada sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, perluasan agen Perlinsos menjadi kunci untuk kesuksesan Perlinsos Digital. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial mencanangkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga, sebuah gerakan kepedulian sosial untuk membantu tetangga atau keluarga yang membutuhkan bansos namun belum terdaftar, melalui pendaftaran bansos secara digital.

Pada kesempatan ini, Gus Ipul mengajak seluruh Kementerian dan Lembaga yang hadir untuk ikut terlibat dalam Gerakan Nasional Peduli Tetangga, dengan mendaftar menjadi Agen Perlinsos.

“Kami mengajak seluruh Kementerian/lembaga, khususnya yang memiliki jejaring hingga lapisan masyarakat paling bawah. Yaitu ASN, Pemerintah Daerah, Pendamping Desa, Penyuluh Pertanian, Penyuluh KB, Jajaran Kementerian Agama, BPS, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata, untuk menjadi agen Perlinsos,” ajaknya.

Gus Ipul mengungkapkan cukup mudah untuk mendaftar menjadi Agen Perlinsos, dengan mengakses perlinsos.kemensos.go.id. Dia menegaskan bahwa agen hanya membantu mendaftarkan masyarakat, namun yang menentukan kelayakan adalah sistem. “Dengan begitu penyasaran tetap objektif dan berkeadilan,” ujarnya.

Senada dengan Gus Ipul, Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan juga mengajak para Menteri dan Pimpinan Lembaga yang hadir untuk turut terlibat mensosialisasikan Agen Perlinsos termasuk oleh para SDM di masing-masing instansi.

“Kita konsentrasi sini, karena ini merupakan basis luar biasa, ini game changer untuk pemerintahan Presiden Prabowo. Dan saya kira sukses besar dari pemerintahan ini kalau ini bisa kita tetapkan,” kata Luhut.

Ditemui usai rapat, Luhut menyampaikan target pendaftaran Perlinsos digital selesai tahun ini, sehingga dapat digunakan dalam penyaluran bansos tahun depan.

“Kita akan coba kuartal pertama tahun depan kita bagi bansos. Tapi itu subjek kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun,” ujarnya.