Ditanya Legislator, Menkop Jawab Isu Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam menanyakan kebenaran isu yang beredar tentang pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebesar Rp 1,8 triliun kepada Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Hal disampaikan dalam rapat kerja komisi IV di Gedung DPR, Senayan, Rabu (15/7).
Menurutnya, kebenaran tentang pengadaan tersebut sulit ditemukan. Katanya, ada 1,8 juta unit kipas angin yang dibeli.
"Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta yang nilainya Rp 1,8 triliun,” kata Mufti dalam rapat dikutip, Kamis (16/7).
“Lalu kemudian dari isu ini kami coba mencari informasi, tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini. Kami juga mencari informasi ke pihak-pihak terkait juga tidak berani jawab. Nah, maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada Pak Menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp 1,8 triliun itu betul tidak, Pak?” tanya politikus PDIP ini.
Menurut Mufti, harga kipas angin yang ada di e-commerce tidak semahal itu. Bahkan, menurutnya bila Kemenkop membeli dengan jumlah yang banyak, bisa mendapatkan potongan harga.
“Saya tadi pagi coba membuka e-commerce. Ada kipas angin, saya tidak mau yang tidak terkenal, yang selama ini dipakai rakyat kita saja, namanya Cosmos. Ini kipas angin Cosmos di e-commerce, yaitu kipas angin di e-commerce official store-nya milik Cosmos, itu harganya Rp 338.000, Pak, ya kan, Rp 338.000,” ucapnya.
“Lalu kemudian kalau Bapak bisa cek di Shopee, di Tokopedia, harganya lebih murah lagi, Pak, hanya Rp 300.000-an kan. Itu kalau beli satuan. Artinya kalau pemerintah beli dalam jumlah ribuan, ratusan, bahkan 1,8 juta begitu, artinya pastinya akan jauh lebih murah dari Rp 300.000 yang kita temukan di Shopee dan Tokopedia,” tambahnya.
Menurutnya, dengan harga yang ditawarkan, kipas angin yang dibeli di e-commerce juga sudah berkualitas.
“Itu kipas angin yang standing loh, Pak. Yang embusan anginnya bisa mungkin bisa apa? Menghempaskan tikus-tikus di KDMP begitu,” tutur Mufti setengah bercanda,
“Nah, maka pertanyaannya, kalau memang pengadaan ini betul, Pak Menteri, itu kipas anginnya mereknya apa? Spesifikasinya apa? Dan kemudian dibelinya di mana, Pak Menteri?” tanya Mufti.
Jawaban Menkop
Menjawab Mufti, Ferry mengatakan tidak tahu adanya pengadaan tersebut.
“Soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kalo pengadaannya bukan kami, Pak,” ujar politikus Gerindra ini.
Meski begitu, Ferry mengatakan, kipas angin yang digunakan di Koperasi Desa Merah Putih adalah Imatsu MDF yang dibanderol harga Rp 11,5 juta per unit di e-commerce.
“Tapi rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini (Rp) 11.465.000. Tapi itu, saya enggak tahu persis,” ucap Ferry setelah mendapat informasi dari anak buah yang duduk di sampingnya.
Ferry pun menekankan pentingnya dashboard sistem informasi manajemen koperasi desa agar semua pengadaan bisa dilihat publik.
“Itu mengenai dashboard-nya, Pak, memang di situlah pentingnya sistem informasi manajemen koperasi desa karena nanti itu akan diperlihatkan semuanya dan dashboard-nya bisa diakses siapa pun untuk melihat termasuk juga proses perencanaan pengadaan sampai juga dengan implementasi programnya pak,” tandas dia.
