Donald Trump ke China Pekan Ini, Bahas Iran dan Perang Dagang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media sebelum menaiki Air Force One untuk keberangkatan ke Miami, Florida, di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach, Florida, AS, Sabtu (2/5/2026). Foto: Nathan Howard/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada media sebelum menaiki Air Force One untuk keberangkatan ke Miami, Florida, di Bandara Internasional Palm Beach di West Palm Beach, Florida, AS, Sabtu (2/5/2026). Foto: Nathan Howard/REUTERS

Pemerintah China pada Senin (11/5) mengkonfirmasi lawatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing,. Kehadiran Trump ke China akan membahas perang dengan Iran serta masalah perdagangan.

Awalnya, Trump dijadwalkan berkunjung ke China pada awal April. Namun, lawatan tersebut ditunda lantaran Trump ingin fokus pada perang AS-Israel dengan Iran.

Meski demikian, desas-desus kunjungan Trump ke China terus bergulir. Akhirnya, Pemerintah China memberikan kepastian terkait kunjungan tersebut.

“Atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump akan berkunjung ke China pada 13 sampai 15 Mei,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China seperti dikutip dari AFP.

Menurut keterangan seorang pejabat AS, pertemuan itu akan dimanfaatkan Trump untuk membahas kondisi perang dengan Iran serta meredakan tensi perang dagang.

China sendiri memiliki hubungan erat dengan Iran yang sedang berperang dengan AS. Sebab, China merupakan salah satu pelanggan utama minyak Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bertemu dengan Presiden China Xi Jinping (kanan) pada pertemuan bilateral di KTT G20 di Osaka 2019 lalu. Foto: REUTERS / Kevin Lamarque

“Kunjungan ini akan memiliki makna simbolis yang sangat besar,” kata Wakil Sekretaris Pers Utama AS, Anna Kelly, kepada wartawan melalui sambungan telepon.

“Namun tentu saja, Presiden Trump tidak pernah melakukan perjalanan hanya untuk simbolisme semata. Rakyat Amerika dapat mengharapkan Presiden untuk memberikan lebih banyak kesepakatan yang menguntungkan bagi negara kita,” sambung Kelly.