Dorong Digitalisasi, KKN UIN Walisongo Latih Pemuda Tangkis Buat Website Mandiri

Mahasiswa UIN WALISONGO SEMARANG, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Teknologi Informasi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Syarifudin Hidayat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
DEMAK – Puluhan pemuda dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Desa Tangkis, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, kini mulai mempelajari keterampilan pembuatan website guna mengoptimalkan perkembangan organisasi dan potensi lokal. Langkah ini diinisiasi oleh mahasiswa KKN MIT Posko 82 UIN Walisongo Semarang melalui pelatihan pembuatan website yang digelar pada Rabu (5/8/2026) di Balai Desa Tangkis.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan sarana bagi organisasi, usaha, serta masyarakat desa dalam memperluas jangkauan informasi, memperkenalkan kegiatan, hingga menjadi media promosi potensi lokal di ruang digital. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi saat ini, pengenalan potensi desa secara digital dinilai sangat krusial bagi perkembangan organisasi maupun usaha masyarakat setempat.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa tersebut diikuti secara aktif oleh perwakilan Karang Taruna, Gerakan Pemuda Ansor, IPNU, IPPNU, serta unsur masyarakat lainnya. Para peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar pembuatan website, mulai dari fungsi, struktur, elemen dasar, hingga praktik langsung pembuatan website secara bertahap.
Muhammad Syarifudin Hidayat, mahasiswa KKN MIT Posko 82 UIN Walisongo Semarang sekaligus pemateri, menjelaskan bahwa website dapat menjadi media publikasi yang sangat efektif bagi pemuda setempat.
"Kami ingin pemuda di Desa Tangkis memiliki Platform digital sendiri. Dengan memiliki website, Karang Taruna maupun organisasi keagamaan di sini bisa mandiri dalam memperkenalkan program kerja mereka serta mengekspos potensi desa ke khalayak luas," ujar Syarifudin.
Antusiasme peserta pun melampaui ekspektasi mahasiswa KKN. Tak hanya menyimak materi, para peserta aktif melakukan praktik langsung mulai dari menyesuaikan tampilan hingga mencoba mengeksplorasi fitur-fitur website yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi maupun usaha masing-masing. Bahkan setelah pelatihan ditutup, sejumlah peserta masih melanjutkan diskusi dan berkonsultasi mengenai pembuatan website tersebut.
Melalui pendampingan ini, mahasiswa KKN MIT Posko 82 UIN Walisongo Semarang berharap masyarakat Desa Tangkis dapat terus mengembangkan keterampilan digitalnya secara mandiri, sehingga website yang telah dirintis dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang informasi dan media promosi desa yang aktif dalam jangka panjang.
