DPD REI DIY Gandeng BRI Gelar Pameran Properti, Bunga KPR Mulai 3,17 Persen

Sebanyak 25 developer menawarkan 84 proyek dengan sekitar 1.000 unit hunian dalam Amazing BRI REI Property Expo 2026 di Grand Atrium Pakuwon Mall Jogja, 8–13 September 2026. Pameran DPD REI DIY bersama BRI Region 11 Yogyakarta ini juga menawarkan program KPR dengan bunga mulai 3,17 persen.
Pilihan properti yang ditawarkan mulai dari hunian bersubsidi hingga rumah komersial bernilai miliaran rupiah. Pengunjung dapat membandingkan lokasi dan pilihan hunian dari developer yang berpartisipasi sekaligus berkonsultasi mengenai pembiayaan KPR.
“Di dalam kegiatan ini kita bekerja sama dengan developer, sehingga masyarakat bisa memilih lokasi mana yang cocok dengan keinginan mereka ataupun kebutuhan mereka,” kata Regional Consumer BRI Region 11 Jogja, Syahril.
BRI menawarkan sejumlah program KPR selama pameran, mulai dari suku bunga 3,17 persen untuk satu tahun pertama, diskon premi asuransi jiwa hingga 30 persen, fasilitas instant approval, hingga kesempatan mengikuti undian hadiah.
“Amazing BRI REI Expo ini hasil dari diskusi kita dengan teman-teman REI, di mana kita ingin lebih memperkenalkan BRI, bahwa sekarang BRI itu memberikan layanan KPR kepada masyarakat,” kata Syahril.
Pengunjung juga dapat melakukan simulasi KPR di lokasi pameran. Salah satu contoh simulasi menggunakan penghasilan Rp5 juta per bulan untuk rumah seharga Rp250 juta dengan uang muka 10 persen. Dengan pembiayaan Rp225 juta, angsuran mulai sekitar Rp1,5 juta per bulan selama lima tahun pertama dan sekitar Rp2,3 juta pada periode berikutnya.
Relationship Manager KPR BRI, Jamal, mengatakan dokumen pengajuan KPR terbagi menjadi tiga kategori utama, yakni data diri, data penghasilan, dan data jaminan. Pengajuan juga terbuka bagi pekerja lepas maupun pekerja remote selama penghasilannya tercatat jelas pada rekening.
“Yang penting secara income pasti tertera di rekening itu pasti bisa kita bantu,” kata Jamal.
BRI juga memberikan edukasi kepada calon debitur sebelum mengambil KPR karena kredit rumah merupakan komitmen pembiayaan jangka panjang.
“Sebelum bagaimana kredit rumah itu terjadi, kita ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat agar pilihannya untuk mengambil kredit rumah itu benar-benar sudah dipikirkan dan sudah dipersiapkan,” kata Syahril.
