Dukung Pemulihan Pascagempa di NTT, Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp 510 Juta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 6 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sido Muncul menyalurkan bantuan Rp 510 juta untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, NTT. Foto: kumparan/Kartika Pamujiningtyas
zoom-in-whitePerbesar
Sido Muncul menyalurkan bantuan Rp 510 juta untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, NTT. Foto: kumparan/Kartika Pamujiningtyas

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada pertengahan Agustus lalu, masih menyisakan dampak kerusakan bagi masyarakat setempat. Sejumlah pihak pun terus berupaya mendukung penanganan pascagempa guna mempercepat proses pemulihan. Upaya tersebut turut dilakukan oleh PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul).

Untuk ketiga kalinya, Sido Muncul kembali menyalurkan bantuan senilai Rp 510 juta sebagai wujud kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, NTT.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Perwakilan Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM, Romo Wolfhelmus Apriliano OFM; Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA, Fulgensius Surianto; Rumah Gendang Pa’ang Lembor, Agustinus Bandur Ph.D; Biara SSps Ruteng (Yayasan Dian Yosefa), Sr. Dorothea Siu, SSpS; dan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia yang juga merupakan Komisaris Independen Sido Muncul, Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, Sp.OT, di Kantor Sido Muncul, Jakarta, Senin (7/9).

Selain itu, penyerahan bantuan ini juga dihadiri secara virtual oleh perwakilan Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Keuskupan Agung Ende, Romo RD Reginald Piperno; Paroki Uwa Palue Keuskupan Maumere, Romo Rinto RD; Keuskupan Labuan Bajo, Romo Frans Nala, Pr; Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota Keuskupan Ruteng, Romo Febryano Tagung; Paroki St. Antonius Padua Ri’i Keuskupan Ruteng, Romo RD Tarsisius Syukur; dan Caritas Keuskupan Larantuka, Romo RD Pey Hurint.

Dalam sambutannya, Irwan Hidayat menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana gempa bumi yang menimpa masyarakat di NTT. Ia menuturkan, melalui bantuan yang disalurkan bersama para relawan dan perwakilan, Sido Muncul berupaya untuk menjangkau masyarakat yang masih menghadapi kendala akses dalam memenuhi kebutuhan pascabencana.

“Saya mewakili Sido Muncul mengucapkan rasa duka atas bencana yang melanda Flores, NTT. Saya sendiri pernah ke Flores enam kali, jadi saya ikut merasakan empati. Semoga bencana ini cepat berlalu dan semuanya bisa kembali baik-baik saja seperti sedia kala,” ucap Irwan.

Bantuan Ketiga untuk Dukung Pemulihan Pascagempa NTT

Sido Muncul menyalurkan bantuan Rp 510 juta untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, NTT. Foto: kumparan/Kartika Pamujiningtyas

Komitmen Sido Muncul dalam membantu masyarakat terdampak gempa NTT telah dilakukan sejak awal masa tanggap darurat. Sebelumnya, Sido Muncul telah menyalurkan bantuan uang tunai senilai total Rp 400 juta melalui dua lembaga, yakni Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sebesar Rp 300 juta, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) sebesar Rp 100 juta.

“Ini adalah ketiga kalinya Sido Muncul menyalurkan bantuan untuk NTT, kemarin sudah dengan BPOM dan KemenPPPA. Kali ini kami kembali memberikan bantuan yang ditujukan langsung ke paroki-paroki dan yayasan pendidikan anak di sana. Kami memberikan bantuan dalam bentuk uang agar lebih cepat dan fleksibel bagi mereka,” jelas Irwan.

Bantuan kali ini akan disalurkan oleh Sido Muncul melalui sejumlah lembaga dan organisasi yang terlibat dalam penanganan masyarakat terdampak gempa Flores. Empat penerima masing-masing memperoleh bantuan Rp 40 juta, yakni Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM (Ordo Fratrum Minorum), Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA, Rumah Gendang Paang Lembor, serta Biara SSpS (Servae Spiritus Sancti) Ruteng atau Yayasan Dian Yosefa.

Kemudian, tujuh penerima lain masing-masing memperoleh bantuan Rp 50 juta. Mereka terdiri atas Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Keuskupan Agung Ende, Paroki Uwa Palue Keuskupan Maumere, Keuskupan Labuan Bajo, Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota Keuskupan Ruteng, Paroki St Antonius Padua Rii Keuskupan Ruteng, Caritas Keuskupan Larantuka, serta Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia.

Para perwakilan yayasan turut mengapresiasi komitmen Sido Muncul dalam mendukung percepatan pemulihan pascagempa di NTT. Perwakilan Lembaga Pelayanan Sukarela Pendidikan Anak FLORENZA, Fulgensius Surianto, mengatakan bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang terdampak sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat adat di Pa’ang Lembor.

Tambahnya, sejumlah fasilitas yang digunakan anak-anak untuk belajar membaca dan mengikuti pelatihan komputer dasar mengalami keretakan akibat gempa. Bantuan dari Sido Muncul diharapkan dapat membantu memulihkan kembali kegiatan belajar mengajar dan aktivitas masyarakat setempat.

"Bantuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga kegiatan pendidikan anak-anak dapat kembali berjalan," kata Fulgensius

“Kemudian untuk kebutuhan rumah adat di Kampung Pa’ang Lembor, bantuan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dapur sebagai pusat kegiatan adat untuk satu kampung,” tambahnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Rumah Gendang Pa’ang Lembor, Agustinus Bandur. Ia mengungkapkan bahwa kondisi geografis Flores yang cukup sulit dijangkau membuat sebagian wilayah masih mengalami keterbatasan akses terhadap bantuan pascabencana.

“Wilayah Flores bisa dibilang terisolasi dan sulit mendapatkan akses bantuan. Kami dari komunitas-komunitas adat menunggu lebih dari satu minggu untuk mendapatkan bantuan. Satu hal yang paling saya syukuri, Sido Muncul menjadi salah satu yang terdepan hadir meringankan beban di daerah pedalaman,” ujar Agustinus.

Sido Muncul menyalurkan bantuan Rp 510 juta untuk mendukung masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, NTT. Foto: kumparan/Kartika Pamujiningtyas

Sementara itu, perwakilan Biara SSps Ruteng (Yayasan Pendidikan Dian Yosefa), Sr. Dorothea, mengungkapkan bahwa bantuan dari Sido Muncul akan digunakan untuk mendukung pembangunan kembali sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Saat ini, lebih dari 300 siswa di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dian Yosefa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat karena bangunan sekolah tidak dapat digunakan kembali.

“Akibat gempa, sekolah kami benar-benar tidak dapat digunakan lagi. Sekarang para siswa belajar di tenda yang berada di depan sekolah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Sido Muncul karena bantuan ini akan kami gunakan untuk pembangunan sekolah secara bertahap,” ujar Sr. Dorothea.

Tidak hanya berdampak pada fasilitas pendidikan, gempa juga turut merusak sejumlah fasilitas keagamaan yang menjadi tempat berkumpul dan beribadah masyarakat. Salah satunya adalah Gereja Kristus Raja Pagal.

Perwakilan Paroki Kristus Raja Pagal/JPIC OFM, Romo Wolfhelmus Apriliano OFM, menyampaikan bahwa bantuan dari Sido Muncul akan digunakan untuk mendukung perbaikan gereja sekaligus membantu pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.

“Saya disini mewakili romo-romo yang selama ini aktif bergerak ke kampung-kampung yang sulit dijangkau untuk menyalurkan bantuan mengucapkan terima kasih banyak kepada Sido Muncul. Bantuan ini akan kami gunakan untuk keperluan Gereja Kristus Raja Pagal yang merupakan salah satu gereja tua dan kemarin mengalami kerusakan,” ujar Romo Wolfhelmus.

Selain membantu dalam pemulihan fasilitas yang terdampak, dukungan dari Sido Muncul juga diarahkan untuk memperkuat aspek kesehatan masyarakat pascagempa. Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) sekaligus Komisaris Independen Sido Muncul, Dr. dr. Mohammad Adib Khumaidi, SpOT, menyampaikan bahwa penanganan pascabencana perlu berlanjut dari fase tanggap darurat menuju pemulihan kesehatan jangka menengah.

Oleh karena itu, pihaknya akan memanfaatkan bantuan tersebut untuk mendukung perbaikan sanitasi, pemenuhan kebutuhan gizi bagi warga terdampak, serta layanan kesehatan primer melalui puskesmas bagi warga yang mulai kembali beraktivitas maupun yang masih tinggal di pengungsian.

“Sampai hari ini, jumlah pasien sudah tidak sebanyak pada dua minggu pertama pascagempa. Meski begitu, masih ada dua tim yang kami turunkan di sana untuk melakukan penanganan. Jadi menurut saya yang harus menjadi perhatian saat ini adalah pada layanan primer di puskesmas dan tempat pengungsian, perbaikan gizi, dan kebersihan sanitasinya,” ujar dr. Adib.

Bagi Irwan, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi hal penting agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena. Melalui beliau saya bisa mendapatkan akses kepada yayasan dan keuskupan untuk menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan di sana,” pungkas Irwan.

Melalui berbagai upaya kolaborasi tersebut, Sido Muncul semakin menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak gempa bumi sekaligus mendukung percepatan proses pemulihan pascabencana di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.