Ebola di Kongo Tembus 8.000 Kasus, 3.901 Orang Meninggal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Perlindungan Sipil, tim berbasis komunitas lokal yang bekerja untuk membantu mengurangi penyebaran virus Ebola mendisinfeksi peti mati kayu yang berisi jenazah seorang pria tak dikenal akibat virus Ebola di Bunia, RD Kongo, (10/7/2026). Foto: Gradel Muyisa Mumbere/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Perlindungan Sipil, tim berbasis komunitas lokal yang bekerja untuk membantu mengurangi penyebaran virus Ebola mendisinfeksi peti mati kayu yang berisi jenazah seorang pria tak dikenal akibat virus Ebola di Bunia, RD Kongo, (10/7/2026). Foto: Gradel Muyisa Mumbere/REUTERS

Jumlah kasus Ebola yang terkonfirmasi di Republik Demokratik Kongo (DRC) menembus 8.000 kasus untuk pertama kalinya sejak wabah terbaru berlangsung.

Data dari Institut Kesehatan Masyarakat Kongo yang dirilis Senin (28/9) mencatat 8.067 kasus dan 3.901 kematian akibat wabah tersebut, seperti diberitakan Reuters

Wabah ini disebabkan oleh spesies Bundibugyo dan kini menjadi wabah Ebola terbesar sekaligus paling mematikan dalam sejarah Kongo, setelah melampaui epidemi pada 2018-2020.

Umumnya, Ebola memiliki gejala berupa demam, nyeri otot-sendi, hingga menyebabkan sakit tenggorokan dan sakit kepala berat.

Secara global, wabah Ebola di Kongo ini masih menjadi yang terbesar kedua setelah epidemi Afrika Barat pada 2014-2016 yang menginfeksi lebih dari 28.600 orang dan menewaskan lebih dari 11.000 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.