Konten dari Pengguna

Edukasi Keuangan Anak, KKN UTA 45 Jakarta Kenalkan TILUSAKU

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hamka George Marly Hairil Opur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Pribadi Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Pribadi Penulis

JAKARTA — Uang jajan merupakan hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Melalui program edukasi dari mahasiswa KKN UTA 45 Jakarta, anak-anak diajak memahami bahwa uang tidak melulu harus dihabiskan untuk jajan, melainkan perlu disisihkan untuk menabung dan berbagi sejak dini.

Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 06 dari Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta menggelar program TILUSAKU (Tilu Saku) bersama siswa-siswi SDN 01 Cisalada. TILUSAKU mengenalkan tiga konsep sederhana dalam mengelola uang, yaitu Saku Jajan (spending), Saku Serep (menabung), dan Saku Bageur (sharing).

Edukasi KKN UTA 45 Jakarta tentang Konsep TILUSAKU

Kegiatan diawali pada pukul 10.00 WIB dengan perkenalan serta pengerjaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal para siswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi singkat mengenai pentingnya menabung. Sebelum masuk ke kegiatan inti, para siswa diajak mengikuti ice breaking bertema "Keinginan vs Kebutuhan" untuk melatih mereka membedakan mana prioritas utama dan mana sekadar keinginan.

Bagian yang paling menarik perhatian para siswa adalah sesi Game Pos simulasi keuangan. Siswa dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing mendampingi satu mentor panitia. Setiap kelompok dibekali modal awal sebesar Rp50.000 yang dicatat secara rapi dalam kartu keuangan.

Siswa SDN 01 Cisalada memegang celengan dalam program TILUSAKU KKN UTA 45 Jakarta

Praktik Simulasi Pos Keuangan dan Penutupan

Dalam permainan ini, setiap kelompok harus melewati beberapa pos tantangan dengan situasi finansial yang berbeda. Para siswa dituntut untuk membuat keputusan bijak dalam menggunakan uang serta mencatat setiap pengeluaran. Dari simulasi tersebut, kedua kelompok berhasil mencapai tujuan permainan dengan mampu membeli kebutuhan utama yang ditentukan pada Pos 3 dan Pos 4.

Setelah permainan selesai pada pukul 11.10 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan post-test dan sesi evaluasi interaktif. Para siswa diajak mengambil hikmah bahwa uang jajan bisa dikelola secara seimbang: digunakan dengan bijak, disisihkan untuk ditabung, dan sebagian dipakai untuk berbagi.

Rangkaian acara diakhiri dengan pembagian hadiah bagi pemenang, pembagian celengan pribadi untuk seluruh peserta, serta penyerahan sertifikat penghargaan dari mahasiswa KKN kepada pihak sekolah. Acara ditutup secara resmi pada pukul 11.30 WIB dengan sesi foto dan dokumentasi bersama.