Eks Puteri Indonesia Jeni Akhirnya Buka Suara Soal Kasus Operasi Ilegal Facelift

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eks finalis Puteri Indonesia 2024 Jeni Rahmadial Fitri. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Eks finalis Puteri Indonesia 2024 Jeni Rahmadial Fitri. Foto: Dok. Istimewa

Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau menyerahkan tersangka beserta barang bukti (tahap II) kasus dugaan operasi ilegal yang menjerat mantan Puteri Indonesia Jeni Rahmadial Fitri kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Jeni resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pekanbaru selama 20 hari ke depan guna kepentingan proses penuntutan.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru, Mey Ziko, mengatakan pihaknya menerima dua berkas perkara yang ditangani oleh Subdit I dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau.

"Hari ini telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Riau kepada Kejari Pekanbaru. Kami menerima dua perkara yang berasal dari Subdit I dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau," kata Ziko kepada kumparan, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, setelah masa penahanan selama 20 hari berakhir, perkara tersebut akan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

"Setelah 20 hari ke depan, perkara ini akan kami limpahkan ke persidangan. Dalam proses penuntutan nantinya akan melibatkan tiga orang jaksa," jelasnya.

Mental Sedang Tidak Baik

Sementara itu, Jeni mengaku kondisi mentalnya saat ini belum stabil setelah kasus yang menjeratnya menjadi perhatian publik dan ramai diberitakan di media sosial.

"Untuk mental, saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Banyaknya pemberitaan yang viral membuat saya belum siap," kata Jeni saat diwawancarai kumparan di Kejari Pekanbaru.

Meski demikian, Jeni menyatakan akan berusaha menjalani seluruh proses hukum yang sedang berlangsung hingga nantinya mendapatkan putusan dari pengadilan.

"Saya harus sehat menjalani proses tahap II ini sampai nanti putusan sidang. Saya berharap proses ini bisa menjadi pembelajaran yang banyak mengubah pola pikir saya dari dulu hingga sekarang. Mohon doanya agar saya tetap sehat," ujarnya.

Terkait klinik kecantikan yang dikelolanya, Jeni mengungkapkan usaha tersebut mulai dirintis setelah mengikuti pelatihan di Jakarta pada akhir 2019.

"Dari situlah awal mula saya membuka klinik. Tidak ada paksaan dari siapa pun untuk membuka usaha tersebut. Memang sempat ada investor yang bergabung, tetapi tidak berlangsung lama, sekitar satu tahun," katanya.

Mantan Puteri Indonesia Jeni Rahmadial Fitri. Foto: kumparan

Saat ditanya mengenai dugaan penggunaan sertifikat asli maupun palsu, Jeni memilih tidak memberikan komentar.

"Soal sertifikat asli dan palsu, saya no comment," singkatnya.

Jeni juga mengaku hasil usaha klinik tersebut tidak semata-mata digunakan untuk kebutuhan pribadinya. Ia mengatakan dirinya merupakan tulang punggung keluarga sejak kecil.

"Saya satu-satunya tulang punggung keluarga. Saya tidak memiliki ayah sejak kecil, sehingga harus menghidupi ibu. Dari kecil saya mengikuti banyak kompetisi demi membantu mama," ungkapnya.

Mengenai tindakan medis yang dilakukan di kliniknya, Jeni mengakui dirinya terlibat langsung dalam penanganan pasien.

"Untuk tindakan yang dilakukan kepada pasien memang saya yang melakukan langsung. Ada karyawan yang membantu, tetapi tindakan langsung saya lakukan sendiri," jelasnya.

Ia menambahkan, tarif layanan yang diterapkan di kliniknya telah diperhitungkan berdasarkan kebutuhan alat dan obat-obatan yang digunakan.

"Soal harga yang saya buat, itu merupakan hasil kalkulasi dari harga alat-alat dan obat-obatan," katanya.

Sedangkan mengenai asal-usul obat yang digunakan di kliniknya, Jeni mengatakan seluruh keterangannya telah disampaikan kepada penyidik selama proses pemeriksaan.

"Untuk dari mana obat itu didapatkan, saya sudah menyampaikan kepada penyidik dan saya rasa itu sudah cukup dijelaskan di sana, sehingga tidak bisa saya jelaskan lagi," pungkasnya.