Erupsi Gunung Hari Ini: Ibu 6 Kali, Anak Krakatau 4 Kali & Ili Lewotolok 1 Kali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, September 2026. Foto: magma.esdm.go.id
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, September 2026. Foto: magma.esdm.go.id

Sejumlah gunung meletus pada jam yang berbeda hari ini, Selasa (8/9). Hingga pukul 13.00 WIB, total 11 kali erupsi yang dicatat oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.

Gunung yang erupsi hingga siang ini adalah Ibu, Gunung Anak Krakatau, dan Gunung Ili Lewotolok. Sebagian besar erupsi tersebut tidak teramati secara visual, tapi getarannya terekam jelas pada instrumen seismograf.

Berikut rinciannya:

1. Gunung Ibu di Maluku Utara (6 kali erupsi)

  • 00:36 WIT – Amplitudo maks. 28 mm, durasi 54 detik.

  • 09:07 WIT – Amplitudo maks. 15 mm, durasi 42 detik.

  • 09:17 WIT – Amplitudo maks. 28 mm, durasi 60 detik.

  • 11:13 WIT – Amplitudo maks. 28 mm, durasi 40 detik.

  • 11:40 WIT – Amplitudo maks. 28 mm, durasi 48 detik.

  • 12:01 WIT – Amplitudo maks. 28 mm, durasi 44 detik.

Seluruh letusan di Gunung Ibu tidak teramati secara visual.

Seorang warga melihat erupsi dari kawah Gunung Ibu terlihat dari Desa Duono, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (15/1/2025). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

2. Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda (4 kali erupsi)

  • 05:08 WIB – Amplitudo maks. 47 mm, durasi 15 detik.

  • 05:34 WIB – Amplitudo maks. 44 mm, durasi 10 detik.

  • 07:49 WIB – Amplitudo maks. 48 mm, durasi 19 detik.

  • 11:34 WIB – Amplitudo maks. 50 mm, durasi 17 detik.

Seluruh letusan di Gunung Anak Krakatau tidak teramati secara visual.

3. Gunung Ili Lewotolok di NTT (1 kali erupsi)

  • 06.35 WITA – Amplitudo maks. 40 mm, durasi 180 detik. Erupsi ini menyemburkan kolom abu tebal berwarna kelabu setinggi kurang lebih 800 meter di atas puncak (kurang lebih 2.223 meter di atas permukaan laut) yang mengarah ke barat.

Masyarakat dan wisatawan di sekitar area Gunung Ili Lewotolok diimbau untuk tetap tenang serta terus mematuhi rekomendasi zona aman dari PVMBG dan pihak berwenang setempat.

Gunung Ili Lewotolok mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026). Foto: X/ @badangeologi_

Hal yang Wajar

Menurut Badan Geologi, gunung-gunung erupsi hampir bersamaan itu adalah hal yang wajar.

"Beberapa gunung api memang dapat erupsi pada hari yang sama secara alami dan ini tidak memicu aktivitas satu gunung dengan gunung lainnya. Hal ini karena erupsi gunung api adalah hal yang wajar, mengingat kita berada pada daerah Cincin Api Pasifik yang memiliki banyak gunung api,” ungkapnya.

Badan Geologi menegaskan, erupsi adalah aktivitas rutin gunung api dan erupsi tidak selalu dalam skala besar.

"Erupsi beberapa gunung api yang terjadi pada hari yang sama merupakan aktivitas vulkanis yang alami dan tidak saling memicu satu dan lainnya," tegas Badan Geologi.