Evaluasi Strategis Jumlah Pembaca dan Koleksi Buku TBM di Indonesia

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hasil evaluasi strategis menunjukkan bahwa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) memiliki peran yang sangat penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar dan memperkuat budaya literasi. Sayangnya, kapasitas koleksi buku dan jumlah pembaca pada TBM di Indonesia masih menunjukkan ketimpangan. Sebuah penelitian taman bacaan terbaru berjudul “Evaluasi strategis: analisis kapasitas jumlah pembaca dan koleksi buku Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Indonesia” menyebutkan jumlah pembaca 50% TBM kurang dari 30 anak, 39% TBM memiliki 30-60 pembaca, dan hanya 11% TBM dengan jumlah pembaca lebih dari 70 anak. Sementara rasio ketersediaan koleksi buku 58% TBM tergolong "tidak memadai", 24% TBM "mungkin memadai", dan hanya 18% TBM yang koleksi bukunya “memadai". Hanya sebagian kecil TBM yang telah mencapai ambang kedaulatan koleksi buku yang ideal.
Terdapat paradoks dalam ekosistem literasi dan TBM saat ini, tingginya kunjungan (di mana 49% TBM dengan lebih dari 30 anak pembaca) tidak diimbangi oleh kedaulatan koleksi buku (hanya 18% yang memadai). Diperlukan integrasi sumber pendanaan TBM, baik dari pemerintah/dana desa atau CSR sektor swasta untuk memperkuat gerakan literasi nasional dan eksistensi TBM ke depannya. Dibutuhkan skalabilitas koleksi buku TBM yang lebih memadai, pentingnya hibah buku nasional, dan pemerataan akses berbasis wilayah untuk mengubah profil literasi Indonesia dari sekadar penyediaan "akses fisik" menjadi pencapaian "penguasaan materi" yang berkualitas. Penelitian yang dilakukan Syarifudin Yunus (Universitas Indraprasta PGRI) dan Ismarita Ramayanti (Universitas LIA) dengan pendekatan mixed methods secara evaluatif-deskriptif dengan melibatkan 172 pengelola TBM dari 27 provinsi di Indonesia ini telah terbit id jurnal ilmiah Aspirasi Vol. 4/juli 2026 DOI: https://doi.org/10.61132/aspirasi.v4i4.2841.

Dalam perspektif evaluasi strategis, jumlah pembaca dan koleksi buku merupakan dua indikator penting yang saling berkaitan dalam menilai efektivitas penyelenggaraan TBM. Semakin beragam, relevan, dan berkualitas koleksi yang dimiliki, semakin besar peluang TBM menarik serta mempertahankan minat masyarakat untuk berkunjung dan membaca. Sebaliknya, jumlah pembaca yang rendah dapat menjadi sinyal perlunya perbaikan strategi pengelolaan, pengembangan koleksi, promosi literasi, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Jumlah pembaca dan koleksi buku merupakan landasan dalam merumuskan strategi penguatan TBM agar lebih efektif dalam mendukung peningkatan budaya baca dan pembelajaran sepanjang hayat di Indonesia. Salam literasi!
