Foto: Dari Kebun ke Meja Makan, Ibu-Ibu PKK Kebayoran Edukasi Anak Tanam Sayur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Di tengah padatnya permukiman perkotaan, lahan terbatas bukan halangan bagi ibu-ibu PKK RW 10 Kebayoran untuk bercocok tanam. Beragam tanaman hias, sayuran hidroponik, hingga tanaman obat keluarga (TOGA) tumbuh dan dirawat sebagai bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Eka Yulia, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 3 PKK RW 10 Kebayoran, mengatakan dirinya telah bergabung dalam kegiatan tersebut sejak 2017. Kegiatan ini merupakan bagian dari 10 program pokok PKK yang berfokus pada bidang pangan, sandang, serta tata laksana rumah tangga.

Dalam menjalankan kegiatan, kelompoknya mendapat bimbingan dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) tingkat kecamatan. Sementara itu, pembentukan kelompok Pokja 3 ditetapkan melalui surat keputusan dari PKK kelurahan.

Saat ini, Pokja 3 PKK RW 10 Kebayoran memiliki empat anggota aktif yang terdiri atas ketua, bendahara, sekretaris, dan anggota. Meski jumlahnya terbatas, mereka tetap menjalankan kegiatan rutin, mulai dari merawat tanaman hingga memanen hasil kebun.

Salah satu kegiatan yang menjadi penyemangat para anggota adalah panen sayuran hidroponik. Menurut Eka, panen dilakukan hampir setiap bulan. Hasilnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan anggota, tetapi juga dijual sehingga kegiatan bercocok tanam memiliki nilai ekonomi.

Ketua POGJA 3 PKK RW 10 kebayoran mengembangkan budidaya sayuran hidroponik, tanaman obat keluarga, hingga penjualan bibit di Jakarta, Kamis (22/10). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

“Setiap panen itu ada bagian yang harus dijual, ada bagian yang juga dibagikan ke anggota,” ujar Eka.

Selain menjual hasil panen, kelompoknya turut memproduksi dan menjual bibit tanaman, seperti cabai dan terong. Bibit tersebut menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, mengenal kegiatan bercocok tanam secara langsung.

Eka menyebut, pesanan bibit kerap datang dari sekolah-sekolah yang ingin memberikan edukasi kepada para siswa mengenai cara menanam dan merawat tanaman. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengenal proses menanam sejak awal hingga tanaman tumbuh dan menghasilkan.

Tak hanya berfokus pada tanaman, kegiatan PKK RW 10 Kebayoran juga mencakup upaya menjaga kebersihan lingkungan. Para anggota terlibat dalam kegiatan jumantik atau juru pemantau jentik, Dasawisma, serta edukasi pemilahan sampah.

Pemilahan sampah dilakukan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Kini, upaya tersebut juga diarahkan pada pengolahan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat, seperti kompos dan ekoenzim.

Bagi Eka dan para anggota, kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang atau memperindah lingkungan permukiman. Dari merawat tanaman, memanen sayuran, menjual bibit, hingga mengolah sampah, mereka berupaya membangun kebiasaan yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, kelompok PKK RW 10 Kebayoran menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Lahan yang terbatas dan jumlah anggota yang sedikit bukan penghalang untuk menumbuhkan manfaat, baik bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.