Foto: Orang Utan Ditemukan Pingsan Akibat Karhutla di Kalbar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Seekor orang utan ditemukan terkulai lemas di sebuah perkebunan kelapa sawit dekat lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8).

Orang utan itu pertama kali ditemukan oleh seorang petani bernama Jais, yang hendak berangkat ke ladangnya.

"Kondisinya sangat lemah, lalu saya memberinya air," ujar Jais.

Setelah menemukan orang utan tersebut, Jais dan warga lainnya segera meminta bantuan.

Sekitar dua jam kemudian, sebuah yayasan satwa liar, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia, tiba bersama seorang dokter hewan untuk memberikan perawatan kepada hewan tersebut.

Orang utan itu kemudian diberi nama Sampurna, sesuai dengan nama desa tempat ia ditemukan.

Dikutip dari Reuters, CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia, Karmele Llano Sanchez, mengatakan orang utan itu pingsan karena kekurangan oksigen.

"Orang utan itu mengalami hipoksia akibat asap yang sangat pekat di area tersebut," ujar Sanchez.

Dokter hewan, Komara, mengatakan bahwa orang utan itu tidak mengalami luka bakar yang parah. Namun, ia mengalami gangguan pernapasan dan sempat muntah.

"Kami menduga ia menderita infeksi saluran pernapasan akut," ujarnya.

Di perkebunan kelapa sawit itu, orang utan tersebut terbaring di atas jaring, tampak lemah dengan mata terpejam. Dokter hewan kemudian memberikan oksigen yang dipasang di hidungnya. Sampurna juga menerima cairan melalui infus.

Hewan tersebut akan dipindahkan ke pusat rehabilitasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Satwa itu akan dilepasliarkan kembali setelah pulih.

Seekor orang utan bernama Sampurna menerima penanganan darurat setelah diselamatkan di sebuah perkebunan kelapa sawit dekat kawasan yang terdampak kebakaran hutan, di Desa Kuala Satong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS