Fotografer di Bogor Dibegal, Modusnya Pancingan Tawaran Kerja Lewat Threads

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi fotografi. Foto: New Africa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fotografi. Foto: New Africa/Shutterstock

Seorang fotografer bernama Khosyiya Wa'dalloh menjadi korban begal dengan modus pancingan tawaran kerja atau job foto. Awalnya, pada Senin (21/9) pukul 22.00 WIB, ada sebuah akun Threads @capturedman_ mengunggah tulisan butuh fotografer untuk acara gathering.

"Jadi kronologinya malam jam 10 ada yang post job di Bogor. Nah, job-nya itu mulai meet up jam 3 [dini hari], saya coba DM dia. Udah deal sama harga dia mau pake kamera full frame, jadi saya nyewa aja," kata Khosyiya.

Saat itu penyewa jasa hanya mau membayar biaya jasa sepenuhnya di lokasi.

Khosyiya kemudian langsung berangkat untuk menyewa kamera dan pergi ke lokasi yang menjadi tempat titik kumpul. Khosyiya saat itu mengendarai sepeda motor dari Bekasi.

Saat itu, pelaku bilang ke Khosyiya untuk berkumpul jam 03.00 WIB pagi dan selanjutnya akan dijemput kru, sedang acara dimulai pukul 06.00 WIB. Titik kumpul berada di SMP Negeri 3 Gunung Putri, Bogor.

"Pas saya udah sampe tempatnya ternyata sepi di depan sekolah. Saya kira yang lain belum dateng aja terus saya DM bahwa saya udah sampai," kata Khosyiya.

Saat itu pelaku bilang akan menjemput ke lokasi. Di sana korban menunggu sekitar 10 menit. Setelah itu ada pengendara motor yang bolak-balik di sekitar lokasi sebanyak tiga kali.

Saat putaran ketiga, pengendara motor tersebut kemudian menghampiri korban dan menodongkan celurit.

"Saya ditodong pake celurit. Terus motong tali tas yang isinya kamera dan bawa kabur motor dan kameranya," ujar Khosyiya.

Kehilangan Motor, Kamera, dan Peralatan

Tak hanya kehilangan kamera yang dia sewa, korban juga kehilangan motor Vario 125 tahun 2015, dan peralatan lain seperti flash Yongnuo Yn660, dan baterai flash dua set.

Sementara itu, ciri-ciri pelaku menurut korban, yakni mengendarai motor matik berukuran besar.

"Kendaraan yang dipakai pelaku motor matik gede kayaknya PCX atau sejenis," jelasnya.

Khosyiya kemudian kirim pesan kepada calon pengguna jasanya bahwa dia dibegal. Namun pesan itu tak pernah dibalas. Dia curiga orang yang ingin menyewa jasanya adalah komplotan begal.

Kasus ini kemudian Khosyiya laporkan ke Polsek Gunung Putri, Bogor, dengan Surat Tanda Penerimaan Pengaduan Nomor: STPP/ 699/IX /2026/SPKT/POLSEK GN. PUTRI/POLRES BOGOR/POLDA JABAR.

Sedang akun threads @capturedman_ saat ini diketahui telah nonaktif.