Gadis di Cianjur Ditemukan Tewas di Kamar: Mulut Berbusa dan Hidung Berdarah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi meninggal dunia Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meninggal dunia Foto: Shutter Stock

Gadis berinisial SH (16 tahun) ditemukan tewas di kamar rumahnya di Desa Cirama Girang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan kondisi mulut berbusa dan hidung mengeluarkan darah.

Peristiwa itu pertama kali diketahui bibi korban, Tini, yang hendak membersihkan rumah pada Minggu (24/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban tak menyahut saat pintu rumah diketuk Tini.

Curiga dengan kondisi lampu luar rumah masih menyala, Tini kemudian masuk ke rumah dan menemukan jasad korban tergeletak di dalam kamar.

"Saat dibuka, jasad korban dalam kondisi tergeletak di dalam kamarnya dengan mulut berbusa dan hidung mengeluarkan darah," kata Tini, kepada wartawan, Senin (25/5).

Melihat korban tergeletak, Tini langsung meminta tolong tetangga sekitar untuk membawa korban ke puskesmas.

"Kondisinya sudah meninggal saat dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dari puskesmas. Kemudian, dibawa ke RSUD Sayang untuk diautopsi," jelasnya.

Korban Tinggal Bersama Ayah Tiri

Tini menjelaskan korban merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Korban tinggal bersama ayah tirinya. Namun, saat korban ditemukan meninggal, sang ayah tiri tak terlihat di rumah.

"Korban memang jarang bergaul, lebih banyak di dalam rumah. Tinggalnya sama ayah tirinya. Tapi saat kejadian malah tidak terlihat," ucapnya.

Kapolsek Cikalongkulon, AKP Arip Titim Firmanto, mengatakan pada saat ditemukan korban tak hanya mengeluarkan busa dari mulut tetapi darah juga mengalir dari hidung.

"Untuk di bagian kelaminnya juga mengeluarkan cairan," kata Arip.

Arip mengatakan pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan autopsi terhadap tubuh korban.

"Akan diautopsi untuk memastikan apa penyebab kematiannya," kata dia.

Arip mengatakan, ayah tiri korban sedang dicari keberadaannya. Pasalnya ditemukan sepucuk surat berisi kekecewaan serta video yang beredar terkait minuman bercampur racun.

"Memang informasi yang beredar ada surat dan video minuman dicampur racun. Makanya kami sedang cari ayah tirinya, untuk menanyakan terkait dua hal tersebut. Kami tentu selidiki lebih lanjut kasus ini," pungkasnya.