Gara-gara Biaya Admin QRIS, Toko Kelontong di Kemayoran Diacak-acak Pembeli

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi Toko Kelontong 'Adi Jaya' di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi Toko Kelontong 'Adi Jaya' di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sebuah toko kelontong “Adi Jaya” di Jalan Kodam Raya, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, diacak-acak oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (3/5) sore.

Dalam rekaman yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang terlibat perselisihan di depan warung. Warga sekitar berupaya melerai untuk mencegah keributan meluas. Sejumlah barang dagangan seperti galon dan dus air mineral tampak berserakan di lokasi.

Ketua RT 09/RW 07 Sumur Batu, Bambang (51), mengatakan dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Ia baru mengetahui insiden tersebut setelah menerima laporan dari warga.

“Untuk kronologisnya saya nggak ada di tempat, posisi saya di Tangerang. Jadi inti permasalahannya saya kurang jelas,” kata Bambang saat ditemui di lokasi, Selasa (5/5).

Bambang menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB atau selepas waktu Asar. Ia juga belum sempat bertemu langsung dengan korban bernama Dedi, yang sempat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.

Situasi Toko Kelontong 'Adi Jaya' di Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

“Korban sempat dirawat, sekarang sudah di rumah, tapi tinggalnya di Tanjung Priok. Belum kembali ke warung,” ujarnya.

Menurut Bambang, korban sehari-hari memang tinggal di warung tersebut bersama dua penjaga lain. Namun dalam kejadian itu, hanya Dedi yang mengalami pemukulan.

“Penjaganya ada tiga orang, tapi yang kena hanya satu, si Dedi,” ucapnya.

Dipicu Biaya Admin QRIS

Terkait dugaan penyebab keributan, Bambang mengatakan hal itu dipicu persoalan biaya administrasi pembayaran QRIS. Namun, ia menegaskan belum ada kepastian mengenai hal tersebut.

“Infonya karena admin QRIS, tapi itu baru informasi ya,” kata dia.

Meski demikian, Bambang mengungkapkan persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai antara kedua belah pihak.

“Tadi saya telepon pemiliknya, katanya sudah selesai. Sudah ada perjanjian damai, sudah tanda tangan dari kedua pihak,” katanya.

Sementara itu, Edi (41), pedagang buah di sekitar lokasi yang menjadi saksi mata, mengaku tidak mengetahui awal mula keributan. Ia mengatakan saat kejadian sedang fokus bekerja sebelum mendengar suara gaduh.

“Awalnya nggak tahu, tiba-tiba ada suara berisik. Kirain lagi nurunin barang,” ujar Edi.

Saat mendekat, Edi melihat seorang pria mengambil tabung gas dan memukulkannya ke etalase warung hingga pecah.

“Dia ambil tabung, dipukul ke etalase. Pecah,” katanya.

Menurut Edi, pelaku yang melakukan perusakan terlihat hanya satu orang, sementara warga dan beberapa orang lainnya berusaha melerai.

“Yang mukul satu orang, yang melerai ada beberapa,” ucap dia.

Edi menambahkan, korban diketahui tinggal di warung tersebut sehari-hari. Setelah kejadian, warung langsung ditutup dan hingga kini belum kembali beroperasi.

“Sejak malam kejadian langsung diberesin dan tutup,” katanya.

Respons TNI AD

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono. Foto: Walda Marison/ANTARA

Pelaku diduga merupakan anggota TNI. Terkait hal ini, Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono membenarkan informasi itu.

"Menanggapi pertanyaan terkait video yang beredar tentang dugaan penganiayaan dan perusakan warung di wilayah Kemayoran, dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," kata Donny saat dikonfirmasi, Selasa (5/5).

Donny menyebut insiden ini bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung yang kemudian berujung cekcok.

"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran," ujarnya.

"Adapun terkait kerusakan warung yang terjadi setelahnya, hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kejadian di lokasi yang situasinya sudah memanas. Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh," tambahnya.

Lebih lanjut, Donny menyampaikan "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap. TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran."