Gelandangan Diduga Palak Pengamen, Keributan Sempat Pecah di Dekat Stasiun Bogor
·waktu baca 2 menit

Keributan terjadi antara pengamen dan gelandangan di area pedestrian di sekitar jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sudah tidak difungsikan di kawasan Stasiun Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor pada Sabtu (25/4) malam.
Kapolsek Bogor Tengah, Kompol Waluyo mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.40 WIB.
Saat itu, salah seorang petugas keamanan dalam (PKD) Stasiun Bogor yang sedang patroli di selasar luar menerima laporan dari penumpang terkait adanya keributan di lokasi tersebut.
PKD pun langsung menuju tempat kejadian perkara untuk memastikan informasi. Namun saat tiba, keributan sudah berpindah karena korban yang merupakan gelandangan itu berlari ke arah pedestrian di Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
"Dari keterangannya, PKD itu sempat berupaya melerai agar keributan tidak merembet masuk ke area stasiun. Setelah dicoba dilerai, baik korban maupun pelaku pengeroyokan langsung membubarkan diri. Saat kejadian itu PKD tidak mendokumentasi karena saat itu tidak memegang HP," ujar Waluyo saat dikonfirmasi, Minggu (26/4).
Pelaku, seorang pengamen itu dilaporkan melarikan diri ke arah Jembatan Merah, Bogor Tengah sementara korban yang merupakan gelandangan berjalan menuju Jalan Lapas Paledang, Bogor Tengah.
Berdasar informasi dari warga sekitar, pengeroyokan diduga dipicu aksi pemalakan.
Korban yang disebut sebagai gelandangan diduga memalak pengamen. Karena tidak diberi uang, korban kemudian mengambil paksa gitar milik pengamen dan membantingnya, sehingga memicu keributan hingga berujung dugaan pengeroyokan.
Waluyo pun mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan pencarian terhadap kedua belah pihak untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Identitas korban maupun pelaku saat ini juga masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
