Golkar Kumpulkan Rp 4 Miliar untuk Bantu Korban Gempa NTT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan sambutan dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Partai Golkar mengumpulkan bantuan sekitar Rp 4 miliar untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia saat memberikan arahan kepada kader di DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (18/8).

“Saya mengajak kita semua untuk mengucapkan duka kita terhadap bencana yang ada di NTT,” kata Bahlil.

“Kita doakan kepada keluarga yang terkena musibah, yang dipanggil oleh Allah, kita doakan. Dan yang terdampak bencana, kita doakan agar mereka bisa diberikan kesehatan juga,” sambungnya.

Bahlil kemudian mengapresiasi Fraksi Golkar di DPR dan jajaran pengurus partai yang telah menggalang bantuan untuk korban gempa.

“Nah, khusus untuk ini, saya mengapresiasi teman-teman dari fraksi dan pengurus sudah mengumpulkan bantuan, kurang lebih sekitar Rp 4 miliar yang sudah ada,” ujarnya.

Adapun penyaluran bantuan ini akan dikirimkan bertahap. Tahap pertama disalurkan dalam waktu dekat.

“Nanti tahap pertama, nanti segera disalurkan ke saudara-saudara kita yang kena bencana di sana,” lanjut Bahlil.

Sebelumnya gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8) pagi. Episentrum gempa berada di sekitar Nagekeo dengan kedalaman sekitar 15 kilometer.

Gempa memicu longsor, kerusakan bangunan, serta sempat memunculkan peringatan tsunami yang kemudian dicabut.

Hingga 18 Agustus, 70 orang meninggal dan 1.182 terluka, sementara ribuan warga mengungsi.

Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Nagekeo, Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur, dengan akses menuju beberapa wilayah terhambat longsor serta kerusakan infrastruktur.