Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Pagi Ini, Berlangsung 17 Detik

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Kamis (10/9) pagi. Erupsi terjadi pukul 09.10.57 WIB dengan amplitudo 47 mm dan berlangsung selama 17 detik.
Erupsi pagi ini menambah rangkaian aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian ESDM, sejak berakhirnya erupsi menerus hingga 10 September 2026 pukul 06.00 WIB, telah terjadi 13 kali erupsi Strombolian.
“Sejak berakhirnya erupsi menerus hingga tanggal 10 September 2026 pukul 06.00 WIB, telah terjadi 13 kali erupsi Strombolian,” bunyi keterangan Badan Geologi ESDM dalam laporan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, Kamis (10/9).
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam. Erupsi dimulai pada 4 September pukul 23.07 WIB dan berakhir pada 6 September pukul 00.04 WIB.
“Kembalinya erupsi Strombolian tersebut untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang,” bunyi laporan tersebut.
Meski aktivitas kegempaan vulkanik menunjukkan kecenderungan menurun sejak erupsi menerus, dinamika Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Badan Geologi ESDM juga menyebut probabilitas terjadinya letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi hingga 10 September 2026, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).
Karena itu, Badan Geologi ESDM melarang masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki memasuki atau melakukan kegiatan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Sementara masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mempercayai isu erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut akan menyebabkan tsunami.
“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami,” bunyi laporan tersebut.
