Gunung Bromo Terbakar Lagi, Api Lahap Savana Pengol

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebakaran Gunung Bromo, Kamis (10/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kebakaran Gunung Bromo, Kamis (10/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kawasan wisata Gunung Bromo kembali terbakar pada Kamis (10/9). Api terlihat membakar kawasan Savana Pengol dan perbukitan di sekitarnya.

Api diketahui muncul di perbukitan Savana Pengol, masuk wilayah Kabupaten Probolinggo, yang berada tepat di timur Gunung Bromo, dan utara dari Lembah Watangan. Api terlihat jelas dari Jalan Lingkar Kaldera Tengger (JLKT), yang merupakan akses utama mobilitas di Lautan Berbisik.

Kencangnya angin yang berembus pada Kamis malam, membuat api kian meluas menyelimuti perbukitan dari titik awal Savana Pengol. Belum diketahui pasti berapa luas area yang terbakar.

Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Endrip Wahyutama membenarkan adanya kebakaran di kawasan Gunung Bromo.

"Terkait kejadian kebakaran di kawasan Bromo, sementara kami sampaikan bahwa benar telah terjadi kebakaran di kawasan Savana Pengol. Berdasarkan informasi awal, kejadian diketahui pada Kamis sore, 10 September 2026," kata Endrip Wahyutama saat dikonfirmasi, Kamis (10/9).

instagram embed

Api disebut Endrip membakar sebagian besar vegetasi di Savana Pengol berupa Pohon Cemara Gunung, Mentigi, Kemlandingan Gunung, Semak Belukar, hingga tumbuhan bawah seperti Teki, Sere Gunung, dan Anggrek Tanah.

Ia mengaku belum mengetahui asal titik api dan sumber kebakaran tersebut. Area yang terbakar juga berbeda dari kebakaran yang terjadi pada Agustus lalu.

"Untuk detail terkait titik awal maupun penyebab kebakaran, saat ini belum dapat kami sampaikan karena petugas masih melakukan penanganan dan pemantauan di lapangan. Penanganan saat ini melibatkan unsur petugas TNBTS, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kami juga masih melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung penanganan di lapangan," jelasnya.

Meski titik api kembali muncul dan membesar, aktivitas wisatawan tetap dibuka. Menurut Endrip terkait operasional Bromo masih harus dikoordinasikan dengan sejumlah pihak.

"Status akses dan kegiatan wisata Gunung Bromo, saat ini pimpinan masih berada di lokasi kebakaran dan proses koordinasi masih berlangsung. Untuk sementara belum ada informasi terkait perubahan status akses yang dapat kami sampaikan," tukasnya.

Sebelumnya Gunung Bromo juga pernah terbakar pada Agustus 2026. Api terus membesar membakar vegetasi tanaman yang terdiri dari mentigen, akasia, semak belukar, hingga cemara gunung.

Ribuan petugas gabungan berjibaku sejak Selasa, 3 Agustus hingga api berhasil dipadamkan pada 15 Agustus 2026. Tercatat luasan area yang terbakar mencapai 1.121,66 hektare.

Operasi pemadaman dinyatakan ditutup pada Selasa, 18 Agustus 2026, setelah tim gabungan dari Satuan Tugas (Satgas) melakukan evaluasi menyeluruh wilayah TNBTS. Area Bromo yang sebelumnya ditutup, dibuka kembali pada 20 Agustus 2026.