Gus Ipul Ajak Dinsos Perluas Agen Perlinsos Melalui Gerakan Peduli Tetangga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ajak Dinas Sosial seluruh Indonesia perluas Agen Perlinsos melalui Gerakan Peduli Tetangga untuk percepat digitalisasi dan pemutakhiran data bansos secara daring dari Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ajak Dinas Sosial seluruh Indonesia perluas Agen Perlinsos melalui Gerakan Peduli Tetangga untuk percepat digitalisasi dan pemutakhiran data bansos secara daring dari Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak jajaran Dinas Sosial di seluruh Indonesia menyukseskan Gerakan Nasional Peduli Tetangga dengan memperbanyak Agen Perlinsos.

Melalui gerakan tersebut, Agen Perlinsos membantu warga di lingkungan terdekat melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data sebagai acuan penyaluran bansos.

“Saya ingin ini menjadi salah satu hal yang kita kerjakan secara bersama-sama,” kata Gus Ipul saat memimpin rapat daring dengan ratusan perwakilan Dinas Sosial seluruh Indonesia terkait program Perlinsos di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, digitalisasi bansos melalui Perlinsos menjadi langkah strategis untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Penerapannya dilakukan secara bertahap dan terukur dengan target implementasi secara nasional pada 2027.

Gus Ipul mengungkapkan, pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) masih menjadi tantangan. Dalam dua tahun terakhir, baru sekitar 33 persen data yang berhasil dimutakhirkan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ajak Dinas Sosial seluruh Indonesia perluas Agen Perlinsos melalui Gerakan Peduli Tetangga untuk percepat digitalisasi dan pemutakhiran data bansos secara daring dari Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Kemensos RI

Karena itu, Perlinsos diperluas untuk mempercepat pemutakhiran dan meningkatkan ketepatan data. Sistem tersebut menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan terhubung dengan berbagai data pemerintah.

“Sistem digitalisasi bansos ini, terhubung dengan semua data yang ada, (sehingga) mampu merekam lebih tajam, lebih presisi data-data yang dibutuhkan dan kita jadikan pedoman untuk melakukan penyaluran bansos,” kata dia.

Lantaran itu, Gus Ipul meminta Dinas Sosial, pemerintah desa, RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, komunitas, pemuda, perempuan, dan pendamping program pemerintah untuk menyosialisasikan Program Perlinsos melalui Gerakan Sosial Peduli Tetangga.

Mereka juga diharapkan membantu mencari dan mendaftarkan masyarakat yang membutuhkan, khususnya masyarakat miskin, miskin ekstrem, rentan, dan berkebutuhan khusus. “Daftarkan mereka melalui portal Perlinsos sekaligus pemutakhiran data,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan Agen Perlinsos hanya membantu proses pendaftaran dan tidak berwenang menentukan kelayakan penerima bansos. Penentuan dilakukan oleh sistem berdasarkan data dan kriteria yang telah ditetapkan. Ia juga mengingatkan agen untuk bekerja secara sukarela tanpa meminta bayaran atau memanipulasi data.

“Agen adalah relawan, tidak dibayar, tidak boleh memungut upah, tidak boleh memanipulasi data,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Harian Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Rahmat Danu Andika mengatakan proses menjadi Agen Perlinsos maupun pendaftaran bansos dirancang sederhana. Warga yang memiliki KTP dapat menjadi agen, sementara masyarakat yang ingin mengajukan bansos dapat dibantu mendaftar menggunakan NIK dan autentikasi biometrik wajah.

Selanjutnya hanya memasukkan ID Pelanggan PLN atau meteran listrik tempat pendaftar tinggal.

“Sistem langsung cek ke PLN konsumsi listrik, rata-rata selama 6 bulan terakhir. Apakah ID pelanggannya harus atas nama orang pendaftar? Jawabannya adalah tidak. Yang penting, ID pelanggannya harus dinyatakan sebagai tempat yang bersangkutan saat ini tinggal sehari-hari," jelas Andika.

Dengan kemudahan tersebut, Agen Perlinsos diharapkan semakin banyak jumlahnya sehingga akses pendaftaran bansos semakin dekat dengan masyarakat.

“Situasi yang ingin dicapai adalah agen ini sedemikian banyaknya, sehingga kalau suatu saat saya butuh bantuan, tetangga (terdekat) saya bisa menolong saya daftar,” ujarnya.

Menurut Andika, hingga saat ini, sekitar 204 ribu Agen Perlinsos telah tersebar di seluruh Indonesia. Sementara jumlah keluarga yang telah mendaftar mencapai sekitar 4,7 juta keluarga.

Dari jumlah tersebut, sekitar 4,6 juta keluarga mendaftar Program Sembako atau BPNT dan sekitar 2,2 juta di antaranya berpotensi layak berdasarkan hasil seleksi sistem. Untuk PKH, sekitar 4,3 juta keluarga mendaftar dan sekitar 1,1 juta keluarga berpotensi memenuhi kriteria.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ajak Dinas Sosial seluruh Indonesia perluas Agen Perlinsos melalui Gerakan Peduli Tetangga untuk percepat digitalisasi dan pemutakhiran data bansos secara daring dari Jakarta, Senin (21/9/2026). Foto: Kemensos RI

Sebagai informasi, untuk menjadi Agen Perlinsos, masyarakat cukup memiliki KTP dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), kemudian mengakses Portal Perlinsos Digital Agen di agent-perlinsos.kemensos.go.id dan memilih menu “Daftar Menjadi Agen”.

Selanjutnya, calon agen melengkapi data diri, melakukan verifikasi wajah, dan menyetujui Pernyataan Komitmen Agen. Setelah seluruh tahapan selesai, calon agen resmi terdaftar sebagai Agen Perlinsos.

Hadir dalam pertemuan tersebut Tenaga Ahli Mensos (TAM) Andy Kurniawan dan Agustinus Budi, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin) Joko Widiarto, Direktur PSNK Faisal, Direktur Jaminan Sosial Mardi Brilian Saleh, dan Koordinator Komunikasi KPTDP Lady Diandra.