Gus Ipul Hadiri Ratas di Istana, Bahas BPJS hingga Transformasi Data

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/9/2026). Rapat tersebut membahas kepesertaan BPJS Kesehatan hingga transformasi data.
Presiden Prabowo turut memanggil sejumlah menteri dan pejabat lain dalam rapat ini, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito.
"Ini nanti (rapat) tentang kepesertaan BPJS Kesehatan. Ya tentu ini kita ingin mendapatkan arahan Presiden tentang berbagai hal yang kita temukan di lapangan, terutama setelah adanya transformasi data ini," kata Gus Ipul ditemui sebelum rapat.
Gus Ipul menyampaikan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
"Jadi, kita tahu bahwa sejak tahun 2025, awal tahun 2025, tepatnya bulan Februari, Inpres Nomor 4 tahun 2025, kita telah data tunggal dan kita perlu mutakhirkan terus," ujarnya.
Senada dengan Gus Ipul, Menteri Keuangan Suahasil Nazara berharap melalui hadirnya DTSEN, penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan semakin tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Kami mendorong supaya collection iuran, pengumpulan iuran BPJS menjadi lebih baik. Tingkat ketepatan sasaran dari penerima bantuan iuran juga menjadi lebih baik sesuai dengan data DTSEN," kata Suahasil usai rapat.
Suahasil menjelaskan BPJS Kesehatan memerlukan penguatan keuangan untuk memastikan klaim dari rumah sakit dapat dipenuhi. Oleh karena itu, pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk jaminan kesehatan didalam APBN tahun 2026, yang akan cair pada bulan Oktober dan November ini.
"Ini adalah on top dari anggaran untuk membayari 96,8 juta penerima bantuan iuran. Itu kira-kira kalau yang penerima bantuan iuran anggarannya kira-kira Rp47 triliunan. Sementara tambahannya itu sekarang Rp20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS," jelasnya.
Sementara itu, Dirut BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan hingga saat ini BPJS Kesehatan telah mengumpulkan iuran sebesar Rp118 triliun, sementara manfaat yang dibayarkan adalah sebesar Rp132 triliun.
"Jadi ini ada cash flow gap untuk kita tetap bisa membayar pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh teman-teman di fasilitas kesehatan. Jadi kami berterima kasih kepada Presiden, Pemerintah, Menteri telah diberikan suntikan dana sebesar Rp 20 triliun yang Rp10 triliun akan cair bulan ini, dan Rp10 triliun akan cair di bulan November," kata Prihati.
Prihati menjelaskan pada rapat ini juga dibahas beberapa hal lainnya terkait peningkatan layanan BPJS Kesehatan, seperti pentingnya gotong royong iuran peserta mandiri, inflasi medis, pertumbuhan penduduk, hingga layanan yang berbasis value base.
"Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value based dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran," pungkasnya.
