Gus Ipul Tanggapi Ricuh di Muktamar NU: Rais Aam-Ketum & Gus Yusuf Telah Bertemu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Minggu (30/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Minggu (30/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menanggapi terkait demo yang diadakan simpatisan Calon Ketua Umum PBNU Yusuf Chudlori berujung ricuh di area muktamar, Minggu (30/8).

Gus Ipul menyampaikan bahwa pihaknya memaklumi adanya insiden kericuhan dari sejumlah massa tersebut.

"Di depan ini tadi ada semacam unjuk rasa, yang menurut saya bisa kita maklumi, kita pahami, sebagai bagian untuk menyalurkan aspirasi. Itu sungguh-sungguh kita pahami, kita maklumi," kata Gus Ipul di Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Minggu (30/8).

Ia meyakini bahwa NU bisa menyelesaikan dinamika-dinamika seperti demo dan kericuhan tersebut.

"Kits semua yakin bahwa Nahdlatul Ulama punya cara untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di muktamar ini. Sudah 35 kali kita bermuktamar, dan selama 35 kali itu pula, ya, NU berhasil mengambil keputusan-keputusan yang telah disepakati bersama oleh peserta muktamar," ucapnya.

Gus Ipul menyampaikan bahwa demo tersebut telah diselesaikan dan Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, serta Gus Yusuf sudah bertemu.

"Saya sekali lagi ingin menyampaikan bahwa kalau tadi itu terjadi sedikit protes, ya itu sudah bisa diselesaikan dan sudah dilakukan musyawarah bersama-sama antar para ulama, para kiai, bahkan tadi hadir Rais Aam, Ketua Umum, dan juga ada Gus Yusuf, semua bermusyawarah dengan baik. Itulah Nahdlatul Ulama, ya," katanya.

Simpatisan calon Ketua Umum PBNU menggelar aksi demonstrasi di pintu akses Sidang Pleno IV Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2026). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Sidang Pleno IV Penetapan Tata Tertib (Tatib) Muktamar ke-35 NU diwarnai kericuhan menyusul perdebatan sengit terkait aturan masa iddah atau jeda eks pejabat politik selama satu tahun sebelum boleh mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU.

Pantauan kumparan, massa pendukung Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf menggelar aksi demonstrasi di pintu akses area Sidang Pleno IV di Gedung Serba Guna (GSG), Ponpes Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/8).

Orator kemudian meneriakkan dengan lantang dukungannya kepada Gus Yusuf dan meminta agar tak ada anasir jahat dalam Muktamar NU.

"Hidup Gus Yusuf, hidup keadilan, lawan kezaliman. Tangkap dan adili anasir-anasir jahat di Muktamar NU," ujar dia.

Bahkan, beberapa massa aksi sempat menjebol pertahanan Banser yang mengamankan pintu masuk Muktamar.

Adapun Gus Yusuf baru mengundurkan diri dari Ketua DPW PKB Jawa Tengah pada Februari 2026 lalu. Para simpatisan yang berdemo menilai aturan masa jeda bisa menjegal pencalonannya.