Hari ke-10 Jadi Penentuan Kelanjutan Pencarian Rombongan Wartawan

Kamis, 17 Septermber, akan menjadi hari ke-10 pencarian lima wartawan dan 2 ABK serta 1 guide yang hilang di Selat Sunda. Rombongan wartawan itu hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pencarian pada hari ke-10 bisa menjadi hari terakhir. Tim SAR belum bisa memastikan apakah waktu pencarian kembali akan diperpanjang.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan sebelumnya waktu pencarian sudah diperpanjang tiga hari. Amrad bilang bila pada hari ke-10 tidak ada tanda-tanda korban ditemukan maka metode pencarian akan dilakukan lewat pemantauan.
"Saya belum bisa memastikan. Besok seperti yang kita sepakati kemarin, ya sesuai dengan aturan kami, kita perpanjang tiga hari. Ya, sesuai aturan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menyatakan apabila tidak ada tanda-tanda korban ditemukan, kita akan lanjutkan dengan pemantauan," kata Amrad, di posko pencarian Pantai Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu(16/9).
"Pemantauan termasuk yang masalah e-broadcast tadi. Apabila itu ada tanda-tanda korban ditemukan, kami akan buka kembali operasinya. Seperti itu," tambahnya.
Amrad membenarkan pada hari ke-9 pihaknya menemukan sebuah terpal berwarna hijau. Namun, terpal itu telah dikonfirmasi bukan milik kapal Arupadhatu 1 yang ditumpangi korban.
"Menemukan sebuah terpal, yang dari awal kita sudah koordinasi juga tadi kami sampaikan, kapal tersebut tidak membawa terpal," ujarnya.
"Ya. Jadi terpal yang kita temukan hingga saat ini kurang lebih tiga. Termasuk itu, dan sudah konfirmasi itu kapal tersebut tidak membawa terpal," tambahnya.
Adapun lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.
Sedangkan kru speedboat, yakni Warta (55) sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto (49) sebagai pemandu wisata.
