Hari Keempat Pencarian 5 Wartawan, SAR Kerahkan 11 Kapal di 6 Sektor Pencarian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR gabungan melakukan pencarian jurnalis dan awak kapal penumpang yang hilang kontak di Selat Sunda, Banten, Rabu (9/9/2026). Foto: Basarnas
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR gabungan melakukan pencarian jurnalis dan awak kapal penumpang yang hilang kontak di Selat Sunda, Banten, Rabu (9/9/2026). Foto: Basarnas

Operasi SAR gabungan memasuki hari keempat untuk mencari lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Jumat (11/9). Sebanyak 11 kapal dikerahkan untuk mendukung pencarian yang dilakukan di enam sektor.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pencarian yang kini mencakup enam sektor tersebut merupakan perkembangan operasi berdasarkan arahan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, yang turut memantau langsung operasi SAR gabungan bersama Gubernur Banten, Andra Soni.

“Bapak Kabasarnas menyampaikan bahwa operasi SAR dikembangkan menjadi enam sektor. Pada hari pertama pencarian dilaksanakan di tiga sektor, kemudian hari kedua dikembangkan menjadi lima sektor dan pada hari ketiga kembali diperluas menjadi enam sektor,” jelas Hengki.

Dalam pencarian tersebut, sebanyak 11 kapal dikerahkan. Kapal-kapal itu terdiri dari KRI, kapal Kepolisian, kapal Basarnas, serta kapal dari potensi SAR lainnya.

“Menurut penjelasan Bapak Kabasarnas, sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi ini. Selain itu, lebih dari 300 personel terlibat, baik yang berada di lapangan maupun yang mendukung pelaksanaan operasi dari posko gabungan,” jelasnya.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian jurnalis dan awak kapal penumpang yang hilang kontak di Selat Sunda, Banten, Rabu (9/9/2026). Foto: Basarnas

Pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan unsur laut dan udara. Namun, pelaksanaan operasi tetap mempertimbangkan keselamatan personel serta kondisi di lapangan. Dalam pencarian melalui udara, kondisi jarak pandang yang terbatas menjadi salah satu faktor yang diperhatikan.

Menurut Hengki, seluruh unsur SAR terus mengumpulkan informasi dan data dari lapangan untuk menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pencarian berikutnya.

“Bapak Kabasarnas juga menegaskan bahwa seluruh unsur terus bekerja sama dan mengumpulkan setiap informasi maupun data yang diperoleh dari lapangan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah pencarian berikutnya,” tutur Hengki.

Selain pencarian, Polda Banten turut memberikan dukungan psikososial kepada keluarga para korban selama operasi berlangsung.

“Pendampingan ini dilakukan agar keluarga mendapatkan penguatan dan dapat lebih legowo dalam menghadapi kondisi yang terjadi. Saat ini, keluarga korban masih berada pada fase denial, sehingga pendampingan psikologis terus dilakukan selama proses operasi pencarian berlangsung,” ujar Hengki.

Hengki juga menyampaikan imbauan Kabasarnas kepada masyarakat agar mengikuti ketentuan yang dikeluarkan pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga yang berwenang, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.

“Bapak Kabasarnas mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah maupun kementerian dan lembaga yang berwenang. Ini penting untuk keselamatan masyarakat, khususnya yang melakukan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau,” kata Hengki.