Heboh Warga Desa di Humbahas Diteror OTK, 13 Rumah dan Belasan Kendaraan Dirusak

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi turun ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) kerusakan rumah warga dan belasan kendaraan, Humbahas, Sumut, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. Polres Humbahas
zoom-in-whitePerbesar
Polisi turun ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) kerusakan rumah warga dan belasan kendaraan, Humbahas, Sumut, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. Polres Humbahas

Warga Sarsiantar, Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, pada Sabtu (12/9) malam, dihebohkan dengan teror orang tak dikenal (OTK)

Pelaku melempari dan merusak 13 rumah warga. Selain itu, pelaku juga merusak belasan kendaraan.

Kasi Humas Polres Humbahas, Bripda Jafar Simanjuntak, membenarkan peristiwa perusakan tersebut.

"Peristiwa tersebut benar terjadi pada hari Sabtu, tanggal 12 September 2026, pukul 08.00 WIB," kata Jafar saat dikonfirmasi, Senin (14/9).

Diduga Terkait Sengketa Lahan

Jafar mengatakan peristiwa tersebut diduga berawal dari sengketa lahan antara dua kelompok, yakni Raja Bius Manullang dan Opung Patar Munte.

Kelompok Raja Bius Manullang diketahui memiliki gubuk di lahan sengketa tersebut. Mereka kemudian menduga gubuk itu dibakar oleh kelompok Opung Patar Munte. Namun, polisi belum mengetahui siapa pelaku pembakaran.

"Permasalahan mereka ini memang sudah ada sebelumnya masalah kepemilikan lahan. Kemudian, dari pihak Manullang ada mendirikan satu gubuk di wilayah sengketa ini. Jadi, hari Sabtu kemarin itu diketahui bahwasanya gubuk tersebut terbakar. Jadi, siapa yang bakar, kita enggak tahu lah. Namun dari pihak keturunan Raja Bius Manullang menganggap yang membakar itu dari pihak Opung Patar Munte," ujar Jafar.

Setelah mengetahui gubuk tersebut terbakar, kelompok Raja Bius Manullang diduga emosi hingga terjadi perusakan di Desa Matiti. Massa kemudian berdatangan dengan jumlah sekitar 100 hingga 150 orang.

Namun, polisi belum mengetahui identitas pelaku perusakan, termasuk apakah mereka berasal dari kelompok Raja Bius Manullang atau pihak lain. Polisi masih menyebut pelaku sebagai OTK.

Polisi turun ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) kerusakan rumah warga dan belasan kendaraan, Humbahas, Sumut, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. Polres Humbahas

"Sekitar 100-150 orang gitu. Cuma untuk pelakunya kita kan enggak tahu. Itu kan massa bisa saja yang ikut kumpul-kumpul ikut ngelihat kan gitu," ucap Jafar.

"Iya (OTK). Kemudian yang melakukan perusakan juga kita belum tahu dari pihak Manullang atau OTK lah. Kan enggak tahu kita itu, karena ini kan masih dalam penyelidikan," sambung Jafar.

Akibat peristiwa tersebut, 13 rumah warga, satu bangunan Resto Gracia, tujuh kendaraan roda empat, satu kendaraan roda enam, dan tujuh kendaraan roda dua mengalami kerusakan.

8 Warga Terluka

Selain itu, delapan orang mengalami luka-luka.

"Sebanyak delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka," imbuh Jafar.

Pihak korban telah membuat laporan kepada kepolisian. Polisi kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa korban dan para saksi.

"Laporan tersebut telah ditindaklanjuti, dan saat ini korban serta para saksi sudah dimintai keterangan dalam proses penyelidikan," tutur Jafar.

Polres Humbahas juga telah mengamankan satu orang yang diduga melawan petugas saat pembubaran massa dengan cara melempar petugas.

Selain itu, polisi melakukan patroli untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan. Polisi juga melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan kedua belah pihak.