Ibu Berjuang Tanpa Suara, Mencintai Tanpa Syarat

Mahasiswa Program Studi S1 Psikologi UIN Ar-raniry, Banda Aceh
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Musyirah Mawadah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perjuangan Sunyi Seorang Ibu untuk Anaknya
Ada satu hal yang sering dilupakan di tengah kesibukan hidup, ada sosok seorang ibu yang tidak pernah berhenti berjuang untuk anaknya. Perjuangan seorang ibu yang sering kali tidak terlihat, perjuangan yang sunyi terus dilakukan untuk anaknya.
Ibuku tidak pernah bercerita tentang beratnya beban yang selama ini dipikul. tidak pernah memperlihatkan luka-luka yang dipendam demi memastikan agar aku terus melangkah lebih maju.
Perjuangan ibu untuk aku bukan hanya sekadar kisah cinta biasa tetapi perang sunyi yang dilancarkan setiap hari, penuh keringat, air mata, dan doa yang tak pernah putus. Perjuangan tidak hanya hadir begitu saja tetapi dalam bentuk bangun di pagi hari menyiapkan sarapan dan doa yang dikirim pelan sebelum aku berangkat. Perjuangan ibuku tidak hanya sampai disitu saja, ibu selalu memastikan aku bahagia di kehidupa ini.
Ibuku selalu hadir setiap hari, dalam banyak hal, tanpa pernah meminta balasan apapun. Di balik kebahagianku pasti ada ibu yang tangguh berdiri tegak untuk menghadapi dunia, hampir selalu ada sosok seorang ibu di setiap langkahku yang dimana, diam-diam menjadi fondasi yang kuat untukku.
Ibu bukan hanya mengurus kebutuhan fisik, tetapi berjuang membentuk jiwa seorang anak. Dimana ibu mengajarkan cara berdiri ketika jatuh, cara bersuara ketika diperlakukan tidak adil dan bagaimana cara mencintai diri sendiri. Semua ini tidak hanya datang dengan mudah tetapi ada proses belajar yang panjang.
Ibuku adalah bukti nyata dari semua perjuangan ini. Ibu selalu berjuang tanpa melihat berapa banyak luka yang di pendam dan selalu memastikan aku untuk terus melangkah. Perjuangannya tidak pernah di ungkapkan dengan kata-kata tetapi dengan bukti yang nyata.
Perjuangan seorang ibu terhadap anaknya tidak akan benar-benar selesai. Bahkan ketika anaknya dewasa, menikah atau sudah punya anak sendiri, seorang ibu pasti tetap mendoakan anaknya, masih khawatir dan juga mengirimkan cinta lewat cara-cara yang kadang tidak sadari.
Maka selagi ada waktu, selagi ada jarak yang bisa di tempuh ucapkan terimakasih. Bukan karena ibu memerlukan ucapan itu tetapi, seorang anak harus sadar bahwa tidak pernah berjuang sendirian.
Untuk ibuku, dan untuk semua ibu yang berjuang untuk anaknya terima kasih perjuanganmu selama ini tidak pernah sia-sia untuk anakmu.
