Ibu Korban Tak Menyangka, Pembunuh 2 Putrinya Orang yang Sudah Dianggap Keluarga

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kerangka kakak beradik ditemukan di rumah kosong di Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Foto: Polres Banyuasin
zoom-in-whitePerbesar
Kerangka kakak beradik ditemukan di rumah kosong di Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Foto: Polres Banyuasin

Helmi Nursida (57), ibu korban pembunuhan kakak-beradik di Kabupaten Banyuasin, Rani (18) dan Ayuhana (13), tak menyangka pelaku yang menghabisi kedua putrinya merupakan sosok yang selama ini ia kenal dekat.

Bahkan, Rendi Saputra (27), yang menjadi pelaku utama pemerkosaan dan pembunuhan, sempat ikut membantu keluarga mencari keberadaan kedua korban setelah dilaporkan hilang pada 2021 atau 5 tahun lalu.

Helmi mengaku mengenal Rendi. Selama ini, ia mengenal Rendi sebagai sosok yang baik dan bahkan telah menganggapnya seperti keluarga sendiri.

"Saya sudah menganggap dia itu (Rendi) sudah seperti keluarga, sering main ke rumah sini dan saya juga mengenal keluarganya," katanya, Selasa (8/9/2026).

Tersangka Rendi Saputra yang diduga membunuh serta memerkosa pasangan kakak beradik di sebuah rumah kosong di Banyuasin, Sumatera Selatan. Foto: Dok. Polres Banyuasin

Menurutnya, Rani mengenal Rendi karena adik Rendi merupakan teman satu sekolah dengan korban. Hubungan keduanya kemudian berlanjut hingga mereka berpacaran.

"Kalau dari saya tahu Rendi ini orangnya bagus, tidak tampak seperti orang yang punya niat jahat," katanya.

Bahkan, setelah Rani dan Ayuhana dilaporkan hilang, Rendi sempat ikut membantu mencari korban. Ia juga hadir ketika keluarga korban menggelar yasinan.

"Jadi keluarga kami tidak ada yang menyangka kalau pelakunya dia, karena sempat ikut bantu mencari bersama warga. Bahkan saat yasinan dia hadir ke rumah," jelasnya.

Helmi Nursida bercerita, terakhir kali kedua anaknya pamit kepada orang tua untuk pergi sekolah dengan berboncengan menggunakan sepeda motor. Namun, hingga sore hari, mereka tak kunjung pulang.

"Kami pun mencoba menghubungi beberapa keluarga untuk menanyakan apakah ada anak kami mampir atau main ke rumah mereka, tapi semuanya mengaku tidak ada," jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta bantuan warga kampung setempat untuk mencari keberadaan kedua putrinya. Pencarian bahkan dilakukan hingga ke daerah Tanjung Lago, Banyuasin.

"Tapi tetap tidak ketemu dan tidak ada yang tahu atau melihat, di hari ketiga kami akhirnya melapor kepada polisi," jelasnya.

Kerangka kakak beradik ditemukan di rumah kosong di Kelurahan Sei Sedapat, Kecamatan, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Foto: Polres Banyuasin

Meski sudah melapor ke polisi, ia bersama keluarga tak pernah berhenti mencari informasi tentang keberadaan Rani dan Ayuhana. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

"Namanya orang tua tetap berharap agar mereka baik-baik saja, kami tidak pernah menyangka bakal terjadi seperti ini," ujarnya.

Setelah kasus ini terungkap, Helmi Nursida berharap Rendi dan Andika dapat diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.

"Kalau dengan saya, dia itu tidak pernah minta izin atau ngomong mau nikah dengan Rani, dan saya berharap mereka dapat dihukum berat atau seumur hidup," kata dia.